PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Jembatan Perawang di Selat Akar, Kepulauan Meranti, yang menjadi jalan penghubung antar desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu, roboh dan jatuh ke laut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam sekira pukul 22.45 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, untuk sementara aktivitas penyeberangan warga melalui jembatan yang dibangun pada tahun 2017 itu saat ini terhenti.
Kepala Kepala Dinas PUPR Riau, Arief Setiawan kepada wartawan di Pekanbaru membenarkan robohnya jembatan tersebut.
"Jembatan ini sudah lama, tiang bajanya keropos karena air laut. Jadi tiang penyangga yang patah keropos," kata Arief, Selasa (15/8/2023).
Dia menjelaskan, jembatan tersebut sudah lama tidak dirawat dan harus segera diperbaiki. Hanya saja, belum sempat diperbaiki sudah roboh.
''Jembatan baru kita survei minggu lalu karena sudah lama dan keropos. Sudah kita anggarkan, kekuatan tidak ada lagi dan tadi malam di pukul 22.45 WIB roboh,'' Arief menjelaskan.
Rencananya, Dinas PUPR Riau akan langsung membangun dermaga di kedua sisi jembatan. Dermaga ini nantinya akan digunakan digunakan masyarakat untuk melintas di kedua arah.
"Sementara ini kita diminta bikin dermaga untuk pompong. Jadi masyarakat nanti di sana bisa menggunakan dermaga selama perbaikan. Posisi masuk anggaran 2024, kami menunggu arahan apakah ini dapat masuk pakai dana darurat untuk dikerjakan segera," katanya.
Melihat kondisi jembatan, Arief menyebut ada potensi peyangga bisa diperbaiki dengan mengangkat jembatan. Namun, saat ini tim masih melakukan pengecekan dan koordinasi dengan Pemkab Bengkalis.
"Masih bisa (diangkat) karena hanya tiang penyangga saja keropos. Jembatan ini dibangun Pemkab Bengkalis,'' tutup dia.(R04)
Listrik Indonesia

