SIAK (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Siak melakukan penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Siak tahun 2024 - 2028.
Rapat penyusunan dilaksanakan di Ruang Rapat Zamrud, Komplek Perumahan Abdi Praja, Kecamatan Siak, Selasa (29/8/2023), dibuka Wakil Bupati Siak Husni Merza dan dihadiri oleh Sekda Siak Arfan Usman, Perwakilan BPBD Provinsi Riau, Ketua Tim KRB Siak yang juga Peneliti PSBA UGM Galih Aries Swartanto, beberapa kepala OPD dan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Siak tahun 2024 - 2028, merupakan dokumen yang wajib di miliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak.
"Hal tersebut dalam rangka untuk menyusun Program-program Mitigasi dan Antisipasi potensi dan kejadian yang disebabkan oleh bencana. Untuk di Kabupaten Siak, ada 9 yang terenditifikasi bencana yang mungkin memiliki tingkat frekuensi terjadinya lebih sering terjadi", ucap Husni.
Husni menambahkan, ada 9 kajian bencana yang telah di kaji oleh Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM), yang memiliki frekuensi tinggi ataupun sering terjadi, diantaranya banjir, cuaca ekstrem, gelombang Ekstrem dan abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, tanah longsor, epidemi dan wabah penyakit, serta Covid-19.
Husni berharap peta maupun kajian bencana ini, lebih di detailkan hingga ke tingkat Kecamatan, sehingga pihak Kecamatan bisa secepatnya untuk mengantisipasi dan mencegahnya.
"Peta potensi bencana di setiap Kecamatan tersebut, juga menjadi salah satu referensi Pemda ketika mengambil keputusan untuk membangun, baik infrastruktur, bangunan yang diharapkan oleh masyarakat. Sehingga bisa di antisipasi sejak awal", harap Wabup Siak tersebut.
Ketua Tim KRB Siak yang juga Peneliti PSBA UGM Galih Aries Swartanto menjelaskan bahwa Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Siak tahun 2024 - 2028, memiliki beberapa tujuan yakni Menyusun Peta Rasio Bencana (PRB) Kabupaten Siak dengan Skala 1:5.000.
"Selain itu, juga merumuskan akar permasalahan terkait kebencanaan di Kabupaten Siak dan menentukan rekomendasi upaya pengurangan risiko bencana berdasarkan bencana prioritas", ucap Aries.(R08)
Listrik Indonesia

