DKP Pekanbaru Lakukan Pengkajian dan Penyusunan Target Konsumsi Pangan Per Kapita

DKP Pekanbaru Lakukan Pengkajian dan Penyusunan Target Konsumsi Pangan Per Kapita
Sekretaris DKP Pekanbaru Adi Lesmana S.Hut memimpin rapat bersama konsultan dan staf.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melakukan kajian dalam rangka penyusunan target konsumsi pangan per kapita di Kota Pekanbaru.

Kajian tersebut dilakukan melalui survei lapangan yang dilakukan oleh konsultan yang dilaksanakan di 22 kelurahan di 6 kecamatan di Kota Pekanbaru yang dinilai memiliki potensi rentan rawan pangan.

Itu terungkap dalam rapat penyusunan draf akhir Kajian Penyusunan dan Penetapan Target Konumsi Pangan Per Kapita per Tahun yang dilaksanakan Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru yang dipimpin Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Adi Lesmana S.Hut.

''Jadi kajian ini dilaksanakan di 22 kelurahan yang terletak di 6 kecamatan yang potensial terjadi rantan rawan pangan,'' jelas Adi Lesmana yang saat itu juga didampingi Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yarnengsih Alam, Kepala Bidang Ketersedian dan Kerawanan Pangan Ismail, S.Pi serta sejumlah jajaran.

''Kita ingin memetakan kondisi terbaru dari kondisi kerentanan wilayah-wilayah yang rawan pangan dan selanjutnya mendapatkan solusi untuk langkah-langkah intervensi yang bisa dilakukan untuk tahun-tahun berikutnya,'' jelas Adi.

Dari data yang disajikan oleh pihak konsultan Yasra Internasional, memang terjadi sejumlah perubahan situasi di lapangan terkait kondisi kerentanan pangan di Kota Pekanbaru.

Setidaknya ada 6 indikator yang menjadi tolok ukur dalam penyusunan kajian ini dan itu bersinggungan erat dengan kondisi yang ada di tengah masyarakat saat ini.

''Dan kita ingin mendapatkan kondisi detail di lapangan, termasuk tentang ukuran mengapa di satu daerah masih dikategorikan rentan rawan pangan,'' timpal Yarnengsih Alam.

DKP, atau yang biasa disebut Disketapang Pekanbaru, lanjut Yarnengsih Alam, telah melaksanakan sejumlah langkah-langkah di sejumlah wilayah dengan kondisi rentan rawan pangan dan kita ingin pastikan kondisi terbaru dari daerah-daerah tersebut sehingga bisa menyusun program ke depan.

Salah satu yang dibahas dalam rapat kajian tersebut adalah berkaitan dengan pemenuhan pola pangan harapan (PPH) keluarga di Kota Pekanbaru termasuk juga pola konsumsinya.

Yarnengsih juga menjelaskan, salah satu contoh yang dibahas adalah berkaitan dengan pola konsumsi, dimana, tidak semua dari daerah yang di lapangan ditemukan memiliki tingkat ketahanan pangan tinggi, karena menjadi derah sentra pertanian, seperti umbi-umbian dan sayur mayur, namun, tidak serta marta menjadikan daerah tersebut keluar dari rentan rawan pangan, karena, pada umumnya hasil pertanian di Kota Pekanbaru tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi petani dan warga setempat, namun untuk dijual kembali.

Ada juga derah-daerah yang tidak memiliki potensi lahan yang memadai untuk tanaman pangan, namun ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan disana tercukupi dan mudah dijangkau.

''Beberapa kondisi itu kita lakukan kajian dan itu diharapkan bisa memetakan kondisi karawanan pangan terbaru sehingga bisa disusun solusinya,''jelas dia.

Hadir dari pihak konsultan, Dr.Sumarto dan beberapa tim lapangan.

Adapun tim ini melakukan pemantauan di 6 kecamatan masing-masing di Tenayan Raya, Kulim, Rumbai, Rumbai Barat, Rumbai Timur, Pekanbaru Kota.(*)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional