TKD Anjlok Tinggal Rp1,1 Triliun, Pemkab Rohil Sinkronisasi DAU Lewat OPD

TKD Anjlok Tinggal Rp1,1 Triliun, Pemkab Rohil Sinkronisasi DAU Lewat OPD

BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) bergerak cepat menyiasati penurunan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) dengan menggelar rapat koordinasi strategis lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rapat penataan data dan validasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil, Fauzi Efrizal, di Ruang Rapat Sekda, Lantai 3 Kantor Bupati Rohil, Komplek Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi, Senin 18/05/2027. 

Turut mendampingi Sekda dalam rapat tersebut Asisten III Setdakab Nurmansyah, Plt. Kepala BPKAD Sarman Syahroni, Kepala BKPSDM Yulisma, Kadis Pariwisata Hari Darma, Plt. Kadisdikbud Riwansyah, serta jajaran kepala OPD terkait lainnya.

Sekda Rohil, Fauzi Efrizal, mengungkapkan bahwa alokasi dana TKD Kabupaten Rokan Hilir tahun ini mengalami penurunan signifikan, dari yang semula Rp1,9 triliun kini menjadi Rp1,1 triliun.

Anggaran alokasi tahun ini bahkan hampir habis terserap hanya untuk pemenuhan belanja atau gaji pegawai. 

"Kami sudah berkomunikasi beberapa kali dengan pihak Kementerian. Peluang untuk meningkatkan kembali Dana Alokasi Umum (DAU) kita masih sangat terbuka besar. Namun, pemerintah pusat meminta daerah memperbaiki dan menyinkronkan kembali data-data daerah yang dinilai belum selaras dengan data yang ada di Kementerian," ujar Fauzi Efrizal. 

Menyikapi hal tersebut, Sekda menginstruksikan seluruh OPD teknis untuk merampungkan validasi data internal dalam kurun waktu satu minggu ini.

Langkah cepat ini wajib digesa mengingat proses pembahasan anggaran di tingkat pusat akan dimulai pada bulan Juni mendatang.

"Sebelum bulan Juni, seluruh data harus sudah beres agar bisa langsung diserahkan ke kementerian terkait. Target kita, dana TKD untuk tahun anggaran 2027 bisa naik lagi atau minimal sama dengan perolehan tahun 2025. Kami juga meminta OPD aktif berkomunikasi langsung ke kementerian masing-masing serta berkoordinasi ketat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Rohil, karena pusat menggunakan data acuan dari BPS. Ini semua demi mewujudkan harapan Bapak Bupati agar pelaksanaan program pembangunan di tahun 2027 bisa berjalan maksimal," tambah Sekda. Plt.

Kepala BPKAD Rohil, Sarman Syahroni, menjelaskan bahwa proses rekonsiliasi data terbaru menjadi kunci utama untuk mendongkrak nilai transfer DAU dari pusat.

Beberapa indikator makro daerah diyakini akan menjadi faktor penguat kenaikan anggaran jika divalidasi dengan benar.

"Dokumen datanya sudah ada, tinggal kita validasi bersama. Sebagai contoh, jumlah penduduk Rohil pasti bertambah dari tahun ke tahun. Selain itu, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) kita juga dipastikan naik akibat faktor inflasi, penyesuaian harga BBM, dan kenaikan harga barang. Berdasarkan informasi BPS, IKK kita bahkan menempati posisi nomor dua tertinggi di Riau. Indikator-indikator inilah yang akan mendongkrak nilai transfer DAU kita di tahun berikutnya," papar Sarman.

Di tengah upaya pembenahan data anggaran jangka panjang tersebut, Sarman Syahroni memastikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini untuk pemenuhan hak-hak pegawai dalam kondisi aman dan berjalan tanpa kendala. 

"Alhamdulillah, proses transfer DAU khusus pemenuhan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh waktu berjalan sangat lancar. Untuk bulan Mei ini, seluruh gaji pegawai dan P3K penuh waktu sudah dibayarkan secara tuntas dan tepat waktu," pungkasnya.(R15)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional