PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Direktorat Dakwah Islamiah (DDI) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar kegiatan Talkshow Bulan Busana Syar’i bertajuk “Hijrah Style 1448 H: Tahun Baru, Tampilan Baru, Hati Baru” di Masjid Al-Munawwarah UIR, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ustadzah Fani Rahmawati, Lc selaku Da’iyah Nasional dan Khalisah Thariqah, Putri Hijab Riau 2025. Dalam sesi talkshow, kedua narasumber mengajak mahasiswa untuk memaknai momentum Tahun Baru Islam sebagai kesempatan melakukan hijrah ke arah yang lebih baik, tidak hanya dalam penampilan tetapi juga dalam sikap dan kepribadian sehari-hari.
Ustadzah Fani Rahmawati, Lc menekankan bahwa busana syar’i bukan sekadar tren atau simbol keagamaan, melainkan bentuk ketaatan seorang muslimah kepada Allah SWT. Menurutnya, hijrah yang sesungguhnya dimulai dari perubahan hati yang kemudian tercermin dalam perilaku dan cara berpakaian. Ia menjelaskan bahwa mengenakan busana syar’i merupakan bagian dari upaya menjaga kehormatan diri sekaligus menunjukkan identitas sebagai seorang muslimah.
“Perubahan penampilan hendaknya diiringi dengan perubahan akhlak dan kualitas ibadah. Hijrah bukan hanya tentang apa yang terlihat dari luar, tetapi juga bagaimana hati menjadi lebih dekat kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara itu, Khalisah Thariqah selaku Putri Hijab Riau 2025 membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai pentingnya menjaga penampilan yang sesuai dengan syariat tanpa meninggalkan rasa percaya diri. Ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini dapat tetap tampil menarik, modern, dan kreatif melalui busana syar’i yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Menurut Khalisah, penggunaan media sosial juga dapat menjadi sarana untuk menyebarkan inspirasi positif terkait gaya hidup muslimah yang santun dan beretika. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan hijab dan busana syar’i sebagai bagian dari identitas diri yang membanggakan, bukan sebagai keterpaksaan.
“Menjadi muslimah yang berbusana syar’i bukan berarti membatasi potensi diri. Justru dengan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kita dapat tampil lebih percaya diri dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Kegiatan ini tentu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai makna hijrah yang komprehensif, yaitu perubahan yang mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial. Tema “Tahun Baru, Tampilan Baru, Hati Baru” menjadi pengingat bahwa setiap pergantian tahun Hijriah merupakan momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan. (hms/smh)
Listrik Indonesia

