PASIR PENGARAIAN (RIAUSKY.COM)- Dinas Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melalui Tim Percepatan Pembangunan Istana Raja Rambah (TPP-IRR) laksanakan Exspose awal kajian penelitian pembangunan Istana Raja Rambah yang diberi nama "Rumah Ompek Rabong", Komplek Makam Raja Rambah, pada Kamis, (03/09/2026).
Hadir dalam kegiatan Pj sekda Rohul sekaligus Ketua MKA LAM Rohul Yusmar, gelar Sutan Sulembang Rokan, Hadir sebagai tuan rumah acara Raja Luhak Rambah H. Tengku Afrizal Dachlan dan para raja dan perwakilan 4 Luhak lainnya,
Hadir juga para Bangsawan Luhak Rambah, Pucuk Suku, Ketua Tim TPP-IRR Drs. H. Yuni Syafrin, serta para datuk Adat di Luhak Rambah.
Hadir juga Kadis Pariwisata Rohul H. Helfiskar, Tim Peneliti dan Eksekutor Teknis yang diketuai oleh Achmad Al Azhari Nasution Sebagai Narasumber dan pembahas Ir. Yohannes Firzal, Pakar Arsitektur dari UNRI dan H. Ridwan Melay Pakar Pelestarian BPPCB Rohul, Dr. Gun serta tim pendukung Teknis dan Operasional.
Raja Luhak Rambah Tengku Afrizal Dachlan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Rohul Anton dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, karena di masa pemerintahan ini, melalui mekanisme dan prosedur yang sedang berjalan, insyaallah cita-cita pembangunan Istana Raja Rambah dapat diwujudkan.
"Ini merupakan sesuatu yang sangat kami tunggu, bukan hanya oleh kami yang hadir saat ini, tetapi juga oleh para orang tua kita yang telah mendahului kita, dan mudah-mudahan juga menjadi kebahagiaan bagi para leluhur dan akan menjadi hal yang baik bagi penerus generasi muda saat ini." ujar Raja Rambah.
Raja Luhak Rambah Tengku Afrizal Dachlan juga menyampaikan ekspose awal dan Fokus hari ini merupakan upaya untuk membuka kembali lembaran sejarah Kerajaan Rambah dan ingin menemukan jejak-jejak sejarah yang masih tersimpan, menggali berbagai sumber, dan memastikan setiap temuan memiliki dasar yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Bagi kami, Istana Raja Rambah juga bukan sekadar sebuah bangunan. Ia adalah simbol sejarah, adat, budaya, marwah, dan jati diri masyarakat Rambah." pungkas Raja Rambah Tengku Afrizal Dachlan.
Pj Sekda sekaligus Ketua MKA LAM Rohul Yusmar menyampaikan Pemkab berkomitmen menjaga dan menghidupkan kembali warisan sejarah dan kebudayaan daerah.
Karena itu, kajian dan penelitian pembangunan Istana Raja Rambah yang kita ekspose hari ini memiliki arti yang sangat penting.
"Kita tidak ingin membangun istana yang hanya indah dipandang, tetapi kehilangan makna dan jati dirinya. Istana Raja Rambah harus menjadi simbol sejarah, adat dan marwah Rambah yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang." terang Yusmar.
Pj Sekda juga mengajak seluruh pihak terkait memberikan masukan dan koreksi agar hasil kajian ini benar-benar menjadi dasar terbaik bagi pembangunan agar pembangunan Istana Raja Rambah bisa segera dilaksanakan.
Kadis Pariwisata Rohul Helfiskar menyampaikan dalam sambutan nya Pemkab melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berperan sebagai fasilitator dalam upaya menggali, menjaga, dan melestarikan potensi budaya serta adat leluhur.
Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Rokan Hulu yang menempatkan penguatan budaya lokal sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan diskusi tanya jawab dan peninjauan terhadap lokasi perencanaan pembangunan Istana Taja Rambah.(R19)
Listrik Indonesia

