PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan akselerasi penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Provinsi Riau.
Ini merupakan bagian dari percepatan pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam menjaga akses pangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Amran Sulaiman didampingi Kepala Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo juga Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan juga Pemimpin Wilayah Perum Bulog Riau Kepri Dani Satrio secara simbolis menyerahkan kepada perwakilan warga Marpoyan Damai berupa beras medium sebanyak 30 kilogram.
Dikatakan Amran, bantuan pangan ini adalah bentuk dari tanda dari kecintaan Presiden Prabowo kepada rakyatnya, termasuk yang ada di Kota Pekanbaru ini.
Amran menjelaskan, ada yng berbeda dari penyalurna bantuan pangan saat ini, karena, beras yang disalurkan sekarang adalah beras kita (dalam negeri,red).
''Ini beras kita ya, stoknya banyak ya, mana Kepala Bulog, beras kita ya. Dulu berasnya diimpor, didatangkan dari negara lain, didatangkan dari pakistan, india, thailand,'' kata dia.
Hari ini, lanjut Amran, hanya dalam satu tahun saja, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia sudah swasembada beras. Beras ini dari petani Indonesia.
''Kalau dulu, dari petani Thailand, Vietnam, Pakistan dan India, Thailand untuk rakyat Indonesia, kita harus bangga, punya pemimpin yang visioner, berkarakter dan betul-betul, programnya bisa dirasakan oleh masyarakat,''ungkap dia.
Pada alokasi Juli–September 2026, Bantuan Pangan Beras di Provinsi Riau diperuntukkan bagi 619.290 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total kuantum 18.578.700 kilogram beras.
Khusus Kota Pekanbaru, bantuan dialokasikan kepada 60.478 PBP dengan total 1.814.340 kilogram.
Sementara itu, Kecamatan Marpoyan Damai memiliki 8.313 PBP dengan kuantum 249.390 kilogram, termasuk Kelurahan Tangkerang Tengah sebanyak 2.512 PBP dengan kuantum 75.360 kilogram beras.
Dari sisi realisasi, penyaluran Bantuan Pangan Beras Kota Pekanbaru alokasi Februari–Maret 2026 telah mencapai 100 persen, sedangkan alokasi Juli–September 2026 telah terealisasi 50 persen per 16 September 2026.
Penyaluran Juli–September terus diakselerasi oleh BULOG bersama Bapanas dan pemerintah daerah karena program bantuan pangan akan dilanjutkan untuk alokasi Oktober–Desember 2026 sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan akses pangan masyarakat.
Arahan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden untuk melanjutkan bantuan pangan beras hingga akhir 2026.
Amran juga memastikan, meski ada penyaluran bantuan pangan, stok beras milik pemerintah saat ini yang bersumber dari petani di Tanah Air masih cukup banyak.
''Biasanya, kalau sudah bulan September ini, stok beras kita mungkin hanya berkisar 1 juta ton saja. Tapi saat ini, stok beras di gudang kita masih ada tak kurang 4,5 juta ton. Artinya, kondisi ketersediaan beras kita untuk masyarakat aman,'' tegas dia.
Di Kecamatan Marpoyan Damai sendiri, pada penyaluran bantuan pangan tahap 2 tahun 2026 ini mendapat alokasi sebanyak 8.313 penerima.
Berikut adalah alokasi bantuan pangan per kelurahan di Kecamatan Marpoyan Damai:
1. Kelurahan Maharatu 725 penerima bantuan total 21.750 kilogram beras
2. Kelurahan Perhentian Marpoyan 1200 penerima bantuan, total 36.000 kilogram beras.
3. Kelurahan Sidomulyo Timur 1.882 penerima bantuan, total 56.460 kilogram beras.
4. Kelurahan Tangkerang Barat 1.108 penerima bantuan, total 33.240 kilogrma beras.
5. Kelurahan Marpoyan Damai 2.512 penerima bantuan, total 75.360 kilogram beras.
6. Kelurahan Wonorejo 886 penerima bantuan, total 26.580 kilogram beras.(R06)
Listrik Indonesia

