SAMARINDA (RIAUSKY.COM) - Adalah RAR (17), anak seorang jendral polisi terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menderita dua luka bekas sabetan celurit. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/11) siang lalu.
Korban yang merupakan anak Kepala BNN Provinsi Kaltim, Brigjen Raja Haryono dan pelaku Mariadi, janjian bertemu untuk berkelahi. Keduanya komunikasi melalui fasilitas chat dari media sosial.
"Dari chat Instagram, keduanya janjian ketemu di Jalan HM Ardans depan SMAN 1," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, Minggu (26/11).
Setelah waktu disepakati, korban yang tinggal di Perum BNN dan pelaku tinggal di Selili, bergegas menuju lokasi. Namun sebelum jalan, pelaku terlebih dulu mempersiapkan celurit.
"Pelaku ini mengendarai mobil, mengajak dan menjemput 3 teman yang lainnya di Perumahan Villa Tamara (Jalan AW Syachranie) menuju ke lokasi janjian yang sudah ditentukan," jelas Sudarsono.
"Tiba di lokasi, pelaku dan 3 temannya, turun dari mobil. Di lokasi sudah ada korban yang menunggu dan 2 temannya. Korban dan pelaku berkelahi," tambahnnya dilansir Merdeka.
Namun sayang, korban kalah dalam duel itu. Tidak puas, pelaku lantas mengeluarkan celurit yang dia bawa dan melayangkannya ke korban.
"Pelaku membacok korban di paha kanan dan paha kiri. Luka cukup parah di kedua paha korban," sebut Sudarsono.
Perkelahian itu, dengan cepat sampai ke telinga polisi. Korban yang terluka parah akibat bacokan celurit dilarikan ke rumah sakit. Pelaku langsung kabur.
"Pelaku berhasil kita tangkap jam 3 dini hari tadi. Motifnya sementara ini dari keterangan pelaku, pelaku marah karena ceweknya diganggu korban," ungkap Sudarsono.
Polisi mengamankan barang bukti celana korban dengan bercak darah, dan celurit milik pelaku. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan meringkuk di sel Polresta Samarinda.
"Tiga saksi dari pihak tersangka, dan 2 saksi dari pihak korban kita mintai keterangan. Tersangka dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP," tuturnya. (*)
Listrik Indonesia

