RIAUSKY.COM - Kisah heroik mengiringi kematian Brigadir I Gusti Kade Sukamiarta yang meninggal dunia akibat digulung tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Calon pengantin ini meninggal saat sibuk menyelamatkan korban gempa.
Brigadir Sukamiarta berhasil menyelamatkan banyak warga. Namun pemuda yang berencana akan menikah bulan depan itu justru tak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Ia gugur dalam tugas.
Anggota polisi asal Jembrana, Bali yang berdinas di Satuan lalulintas (Satlantas) Polres Palu tersebut meninggal akibat diterjang tsunami.
Jenazah Brigadir Sukamiarta ditemukan di pinggir pantai pada Sabtu sore (29/9). Jenazahnya dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka di RS Bhayangkara, Kota Palu.
Saat ini keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah Brigadir Sukamiarta. Keluarga berharap jenazah Brigadir Sukamiarta bisa cepat tiba di kampung halamannya di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Jembrana, Bali.
Ibu kandung korban, Ni Gusti Ayu Milih Asih mengatakan, Sukamiarta bertugas di Palu sejak tahun 2005 atau sejak lulus SPN Singaraja.
Sebelum kejadian, Sukamiarta mendapatkan tugas pengamanan perayaan HUT Kota Palu ke-40. Ia sempat menelepon ibunya saat gempa menerjang Palu dan Donggala.
Saat menelepon ibunya, Sukamiarta mengaku sedang sibuk menolong korban gempa. Ia meminta didoakan agar selamat dalam bertugas.
Namun pada Sabtu sore, Ni Gusti Ayu Milih Asih mendapat kabar putra kesayangannya itu menjadi salah satu korban meninggal karena tsunami yang menghancurkan Kota Palu.
“Terakhir kali dia sempat menelepon ke rumah. Minta doa diberi selamat karena sedang membantu korban menyelamatkan warga dari guncangan gempa,” kenang Asih seperti dilansir Pojoksatu.id.
Sementara masih terkait meninggalnya Brigadir Sukamiarta, Ketut Sumadiya, ipar korban yang juga anggota polisi mengatakan, dengan belum adanya jadwal pasti kapan mendiang diterbangkan ke Bali, keluarga khawatir mendiang akan dikubur massal.
“Kemarin katanya sudah dipulangkan hari ini. Tapi hari ini, informasi setiap jenazah itu akan dipulangkan, menunggu tanda tangan dari pihak keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menaikkan pangkat anggota Polri yang meninggal akibat gempa dan tsunami yang melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Salah satunya adalah Brigadir I Gusti Kade Sukamiarta (32). Polisi yang bertugas di Satuan lalulintas (Satlantas) Polres Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) itu meninggal saat sibuk menyelamatkan korban gempa, Jumat (28/9).
Pangkat Sukamiarta akan dinaikkan satu tingkat dari Brigadir Polisi (Brigpol) menjadi Brigadir Polisi Kepala (Bripka).
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, ada 7 anggota Polri yang meninggal akibat gempa yang melanda Donggala dan Palu. Mereka akan dinaikkan pangkatnya sesui perintah Kapolri.
Menurut Dedi, Kapolri telah memerintahkan untuk memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada anggota Polri yang gugur tersebut.
“Sesuai perintah Bapak Kapolri (Tito Karnavian) bagi anggota Polri yang meninggal akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa atau dinaikan pangkat 1 tingkat lebih tinggi,” kata kata Dedi seperti dikutip dari kumparan.com, Minggu (30/9).
Dedi mengatakan, saat ini sedang dilakukan pendataan anggota Polri yang gugur dalam melaksanakan tugas oleh SDM Polda.
Dedi menambahka, Polri bersama sejumlah instansi terkait masih mengevakuasi dan mengidentifikasi korban. Selain itu, Polri bersama TNI juga melakukan penjagaan di SPBU dan mini market.
“Semua satgas masih bekerja utamanya mengevakuasi korban yang masih hidup maupun korban yang sudah meninggal. Polri dan TNI melakukan penjagaan-penjagaan di SPBU dan mini market guna menghindari penjaran-penjarahan oleh masyarakat yang membutuhkan makanan,” kata Dedi.
Berikut ini identitas anggota Polri yang meninggal saat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala:
1. Iptu Hendrik
2. Iptu Priyato
3. Bripka Bambang Supriadi
4. Bripka Zaenal Daud
5. Brigadir Gusti Sukamiarta
6. Briptu Adri
7. Brigadir Gusti. (R02)

