Ketua PGPI Minta Maaf ke Masyarakat Riau dan Indonesia Atas Beredarnya Video Jemaah Gereja di Inhil

Kamis,29 Agustus 2019 | 15:43:10 WIB
Ketua PGPI Minta Maaf ke Masyarakat Riau dan Indonesia Atas Beredarnya Video Jemaah Gereja di Inhil
Ket Foto :

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Ketua Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Pendeta Rikson Sitorus minta maaf kepada masyarakat Riau dan Indonesia atas beredarnya video pembubaran jemaah gereja yang terjadi di Dusun Sari Agung di Desa Petalongan, Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada 25 Agustus 2019 lalu.

Menurut Pendeta Rikson Sitorus, video itu tidaklah menggambarkan kejadian seaungguhnya. Bahkan hal ini menurut Rikson, yang juga hadir pada pertemuan tertutup dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Bupati Inhil M Wardan di ruang kenanga, Kantor Gubernur Riau, pernyataan ini juga dibenarkan Pendeta Sinaga yang ada di lokasi pembubaran jemaah.

"Kami juga sampai kaget. Itu bisa bikin rusuh besar. Tapi yang jelas tadi, sebelum rapat dimulai saya mendapat video dari beliau langsung. Jadi tarik beliau, meminta maaf kepada seluruh Indonesia. Karena ini sudah menjadi viral di Indonesia. Saya juga minta maaf, bahwa video itu tidak benar dan kami di sini sudah aman," kata Pendeta Rikson, Rabu (28/8/19).

Pendeta Rikson berharap semua pihak khususnya para jemaah gereja di Inhil dapat memahami atas peristiwa itu. Apalagi, persoalan tempat ibadah yang menjadi persaolan utamanya, bukan pada kegiatan ibadahnya sudah ada solusi ditawarkan. 

Tawaran itu sekaligus menjadi hasil keputusan pertemuan tertutup yang juga dihadiri pejabat dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir saat ini. 

"Memang ada tiga solusi yang ditawarkan. Pertama oleh pemerintah diberikan jalan keluar. Kedua pengadilan, ketiga izin sementara per dua tahun. Memang rumah bisa dijadikan tempat ibadah. Tapi ada perayaannya berdasarkan keputusan menteri bersama," jelas Pendeta Rikson.

Adapun langkah yang dilakukan pemerintah daerah, yakni merelokasi tempat ibadah ke tempat lain.

"Walau jaraknya delapan kilo, kita harus diterima. Kemudian ibadah bersama sudah diatur bersama gereja yang sudah ada di sana jadi kami menerima sebagai pimpinan aras Provinsi Riau juga dari GPDI Riau," papar Pendeta Rikson. (R06/MCRiau)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS