BI Masih Sempurnakan Kajian Dampak Kabut Asap Terhadap Ekonomi Riau

BI Masih Sempurnakan Kajian Dampak Kabut Asap Terhadap Ekonomi Riau
Kegiatan Capacity Building Wartawan BI KPw Riau, di Jakarta

JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Bencana kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau diyakini memberikan dampak yang cukup siginifikan terhadap ekonomi di daerah ini.

Terkait hal itu, Bank Indonesia (BI) Riau menyebutkan masih menyempurnakan kajian terhadap masalah tersebut.

"Kita masih sempurnakan kajiannya, angkanya sudah dapat namun belum bisa kita umumkan," ujar Iskandar, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi, BI KPw Riau pada acara Capacity Building Wartawan di Wilayah Kerja KPw Bank Indonesia Provinsi Riau, di Jakarta, 5 Oktober 2019.

Nantinya, usai kajian ini selesai, BI akan mengumumkan secara resmi hasil kajiannya. "Tunggu aja" katanya.

Tak hanya BI Riau, sebelumnya Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Riau Dr Suwondo MS memperkirakan Riau mengalami kerugian materiil sebesar Rp 50 triliun lebih akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda daerah itu sejak beberapa bulan terakhir.

"Kerugian sebesar Rp50 triliun itu berasal dari terganggunya aktivitas perdagangan, jasa, kuliner, perkebunan, dan kerugian waktu delay dari aktivitas penerbangan," kata Suwondo di Pekanbaru, Kamis, 19 September 2019 lalu.

Suwondo mengatakan dampak asap karhutla tersebut telah memicu kerugian ganda, untuk semua sektor kehidupan, ekonomi, sosial, ekologi, pertanian dan perkebunan, jasa dan lainnya .

"Kalau bencana asap tahun 2019 lebih lama terjadi, atau sama kondisi asap tahun 2015, maka akan lebih berbahaya lagi dan fatalnya Riau mengalami kerugian ekonomi bisa mencapai Rp120 triliun lebih, sama kerugaian yang dialami pada bencana asap tahun 2015," katanya.

Ia menekankan bahwa bencana asap terjadi tahun 2015 dengan komparasi luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai 500.000 hektare, sedangkan bencana asap tahun 2019 dengan hutan dan lahan terbakar sudah mencapai 300.000 hektare. (R02)

Listrik Indonesia

#Bank Indonesia

Index

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional