Soal Kementerian Agama Akan Rombak Buku Agama, Said Aqil Sebut Khilafah Sudah Basi...

Selasa,12 November 2019 | 23:56:27 WIB
Soal Kementerian Agama Akan Rombak Buku Agama, Said Aqil Sebut Khilafah Sudah Basi...
Ket Foto : Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil enggan berkomentar lebih mengenai perombakan judul buku pelajaran agama yang kontennya dianggap bermasalah, termasuk soal khilafah. 

Menurutnya, saat ini pembahasan mengenai khilafah sudah basi.

"Sebenarnya khilafah itu sudah basi, enggak usah dibicarakan," kata Said kepada wartawan saat ditemui di kantornya usai menggelar pertemuan dengan Kapolri, Selasa (12/11/2019).

 Menurut, seluruh negara-negara Islam di dunia telah sepakat untuk menolak paham khilafah. Hal itu termasuk sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Pakistan.

"Semua negara Islam menolak khilafah," kata dia singkat.

Sebagai informasi, khilafah sendiri merupakan sebuah sebutan bagi sistem kepemimpinan bagi umat Muslim. Orang yang memimpinnya disebut khalifah, dapat juga disebut imam atau Amirul Mukminin.

Berbeda dari aturan teokratis agama lain yang berorientasi pada aturan Tuhan, seorang Khalifah diangkat oleh umat melalui bai'at. Ia pun dapat dikoreksi dan diprotes oleh umat jika kebijakannya menyimpang dari ketentuan syariat.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) merombak 155 judul buku pelajaran agama yang kontennya dianggap bermasalah, termasuk soal khilafah. 

Perombakan dilakukan untuk seluruh buku pelajaran agama mulai dari kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 12 sekolah menengah atas.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya mengevaluasi konten-konten yang berpotensi salah dimaknai oleh peserta didik. Salah satunya, konten mengenai khilafah.

"Khilafah itu kan bisa disalahpahami oleh anak-anak kita, oleh guru-guru kita juga bisa salah paham kalau tidak dijelaskan secara baik. Khilafah itu kan pernah ada dalam sejarah Islam sampai runtuhnya Turki Usmani kan, pada tahun 1923," kata Amin saat ditemui di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Amin menyampaikan harus dijelaskan khilafah ada dalam sejarah, tapi tidak serta-merta bisa diterapkan di Indonesia saat ini. Menurutnya, khilafah sudah tidak lagi relevan di negara bangsa seperti Indonesia.(R04)

Iklan Pajak Reklame Bapenda Pekanbaru



FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
loading...
Tulis Komentar Index »
IKLAN BARIS