TELUKKUANTAN (RIAUSKY.COM)- Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kuansing menanti.
Satu orang warga Desa Kopah dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti.
RN, (22) dilaporkan meninggal dunia Jumat Malam, (30/10/2020) Sekitar Pukul 22:00 wib.
Hal ini dibenarkan Kepala Puskesmas Kopah ( Kapus) Murnis yang dikonfirmasi awak media Selasa (3/11/2020).
"Iya benar. Ada warga yang meninggal akibat DBD," kata Murnis.
Dikatakannya, warga tersebut terlambat diketahui mengidap DBD. Setelah dibawa ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru, barulah diketahui warga tersebut sakit DBD.
"Pas dibawa ke RSUD (Teluk Kuantan) belum tau. Setelah dibawa ke (rumah sakit) Pekanbaru baru ketahuan," ucapnya.
Di desa tersebut, tercatat ada dua kasus DBD. Sebelum RN terjangkit DBD, terlebih dahulu Balita, (3,4) atas nama KFH terkena DBD, Alhamdulillah balita tersebut saat ini sudah sembuh.
Atas kasus kedua, awak media mendatangi pihak keluarga, untuk dimintai keterangan, ia menyebutkan pasien an: RN juga terkena DBD.
Hal ini sangat disayangkan, " ini penyakit berbahaya, sementara penanganan untuk melakukan fogging setelah yang pertama, Berselang satu minggu antara pasien pertama dan pasien kedua. pihak Dinkes belum melakukan fogging, setelah kejadian pasien kedua baru dilakukan fogging oleh pihak kesehatan, hal ini tergolong lambat penganan oleh pihak kesehatan.tegasnya
Sementara Pihak Dinkes baru melakukan fogging di sekitar rumah korban pada Selasa (3/11/2020).
Dalam Hasil temuan petugas saat melakukan fogging, terdapat banyak ditemukan jentik-jentik nyamuk.
Dengan penambahan ini, sudah ada tiga warga Kuansing yang meninggal akibat DBD di tahun 2020.
Sebelumnya, dua warga Kuansing sudah meninggal pada Februari lalu. Satu warga Kecamatan Benai dan satu lagi Kecamatan Sentajo Raya. (R12)
Listrik Indonesia

