Wali Kota Ingatkan Usaha Kuliner di Arifin Ahmad dan Tuanku Tambusai Patuhi Protokol Kesehatan

Wali Kota Ingatkan Usaha Kuliner di Arifin Ahmad dan Tuanku Tambusai Patuhi Protokol Kesehatan
Wali Kota Pekanbaru DR Firdaus MT saat memberi arahan kepada pelaku usaha hotel dan restoran yang diselenggarakan Bapenda Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru DR Firdaus ST, MT mengingatkan para pelaku usaha kuliner di Jalan Arifin Ahmad, Tuanku Tambusai  dan Tugu Keris untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Dengan nada sedikit meninggi, Wali Kota menyebutkan kalau saat ini, sudah ada klaster Covid yang berasal dari lokasi jajanan kuliner di dalam kota Pekanbaru. 

''Pemerintah tidak melarang pelaku usaha untuk berjualan dan memulai usaha. Tapi, tolong sama-sama kita patuhi ketentuan tentang tata cara berusaha di era new normal ini,'' kata Wali Kota saat memberi sambutan di depan pelaku usaha hotel dan restoran di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Rabu (11/11/2020) siang.

''Sudah banyak kasus Covid terlacak  berasal dari lokasi kuliner. Jangan-jangan kita sama-sama nongkrong disana. Mungkin kita tidak tertular Covid-19. Tapi bagaimana dengan keluarga yang daya tahan tubuhnya lemah,'' ungkap Firdaus menggugah pelaku usaha juga masyarakat yang menjadi pengunjung untuk mentaati ketentuan beraktivitas di tengah pandemi. 

Dia juga mempersilakan masyarakat untuk mengecek berapa banyak jumlah kasus Covid-19 di Pekanbaru yang bersumber dari tempat nongkrong itu. 

''Pemerintah melacak data dari kasus Covid-19 yang terjadi. Dan dari pengakuan korban terpapar, mereka sempat nongkrong di lokasi kulineran,'' ungkap Firdaus.

Firdaus tak hanya menyebutkan di Arifin Ahmad, namun juga di beberapa lokasi lainnya, Termasuk di Bundaran Keris, juga di Tuanku Tambusai.

Pemerintah, sebut Firdaus, bukan tidak memperhatikan, bukan pula tidak memberikan sanksi tegas. Bahkan dia mengaku sudah pernah langsung turun ke salah satu lokasi untuk meminta pemilik usaha mematuhi protokol kesehatan. Namun, dia menyebutkan, bukan sanksi yang harusnya menjadi tolok ukur dari penerapan perilaku hidup baru di tengah pandemi Covid-19 ini. 

''Sekali lagi, pemerintah tidak ingin membatasi keinginan pelaku usaha untuk bangkit. Namun, membangun masyarakat produktif saat ini harus tetap memperhatikan aspek keamanan dari Covid-19,'' kata dia. 

Wali Kota juga menjelaskan komitmennya untuk tetap mendukung kebijakan masyarakat produktif  di era kenormalan baru ini. Dan dia berharap, semuanya juga patuh dan taat pada aturan. 

''Ekonomi penting, namun memastikan keselamatan nyawa masyarakatnya adalah kewajiban bagi pemerintah,'' kata dia.

Dia juga mengingatkan, kalau Pekanbaru sudah punya pengalaman menjadi daerah dengan kasus Covid-19  tertinggi di Indonesia. 

''Saat ini, situasinya sudah berangsur pulih, namun, bukan berarti semua sudah normal. Butuh kesadaran bersama agar pengalaman buruk itu tidak terjadi lagi,'' ungkap Firdaus.

Karena, bila situasi buruk itu terjadi lagi, maka yang akan menanggung dampak dan dirugikan bukan saja masyarakat, tapi juga pelaku usaha. Pemilik hotel, restoran, usaha kulineran, karena Pekanbaru akan kembali sepi dan orang-orang tidak akan berani keluar rumah.(R02) 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional