PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Provinsi akan mendapat kuota sebanyak 4 juta dosis vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir kepada wartawan di Pekanbaru.
"Riau mendapat kuota sekitar 4 juta. Kuota itu disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kriteria masyarakat yang sudah ditentukan," kata Mimi.
Mimi, sebagaimana dilansir dari tribunpekanbaru menjelaskan, kriteria masyarakat yang dimaksud diantaranya adalah berdasarkan umur yang mendapat vaksin yakni umur 18-59 tahun.
Kemudian tenaga kesehatan, tenaga pendidik, publik servis, tokoh agama, ulama dan sebagainya.
"Ini diprioritaskan untuk orang yang belum pernah terkonfirmasi Covid-19.
Sedangkan orang yang sudah pernah positif tidak diberi vaksin, karena pasien itu sudah terbentuk antibodi di dalam tubuhnya," ujarnya.
Sedangkan teknsi penyaluran, tambah Mimi, ketika vaksin datang dari pusut, pihaknya akan mendistribusikan ke kabupaten/kota, kemudian pelaksanaan vaksin di puskesmas.
"Nanti masyarakat bisa melakukan vaksinasinya di masing-masing Puskemas terdekat," kata Mimi.
Hingga sejauh ini, dikatakan Mimi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum menerima vaksin Covid-19.
Meskipun sejauh ini sudah ada 1,2 juta vaksin telah sampai di tanah air.
Vaksin Covid ini, dikatakan dia nantinya akan didistribusikan pemerintah pusat ke seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Riau.
''Sebelum disalurkan ke daerah, vaksin tersebut terlebih dahulu akan dilakukan serangkaian pemeriksaan dan pengujian,'' imbuh dia.
Tidak langsung diberikan kepada masyarakat.
"Vaksin itukan perlu dilakukan pemeriksaan dan uji dulu, sesuai dengan standarisasi, dan ada registrasi dari Balai POM juga.
Termasuk mengecek kehalalan vaksinnya, dan tidak bisa langsung dipakai," kata Mimi.
Lebih lanjut dijelaskannya, setelah vaksin tersebut melewati hasil standarisasi dan layak dipakai, barulah pemerintah memberikan vaksin tersebut kepada masyarakat.
Namun tidak semuanya juga yang mendapatkan vaksin tersebut, karena keterbatasan.
"Nantinya vaksin tersebut akan diberikan secara bertahap kepada masyarakat, terutama bagi tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan yang berhubungan langsung dengan publik, TNI, Polri, setelah itu barulah masyarakat," sebutnya.(R03)
Listrik Indonesia

