JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Psoriasis adalah kondisi kulit kronis yang umum dapat pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
Selain bintik dan bercak kemerahan, kulit juga akan terlihat bersisik.
Apakah psoriasis pada bayi berbahaya? Bagaimana pengobatannya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Apa itu psoriasis?
Dari berbagai macam penyakit kulit pada bayi, si kecil mungkin saja mengalami psoriasis.
Psoriasis adalah peradangan kulit kronis yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas.
Psoriasis bisa terjadi sejak usia berapa pun.
Berdasarkan data WHO, gejala umumnya pertama kali muncul pada rentang 16-22 tahun sampai sebelum usia 46 tahun.
Walaupun jarang, tidak menutup kemungkinan gejala pertama kali bisa muncul di usia anak-anak.
Data WHO menyebutkan, kemunculan gejala pertama pada anak-anak adalah di rentang usia 0-17 tahun.
Berdasarkan studi Psoriasis Foundation (NPF), sekitar 1 dari 3 orang yang memiliki psoriasis mengatakan gejala mereka pertama kali muncul sebelum usia 20 tahun.
Mengutip dari Kid’s Health, selain mengalami peradangan pada kulit anak dengan psoriasis biasanya juga mengalami masalah pada sendi serta perubahan tampilan kuku.
Jenis-jenis psoriasis pada bayi
Berikut adalah beberapa jenis psoriasis yang dapatterjadi pada bayi atau anak, di antaranya adalah:
1. Psoriasis plak
Ini adalah jenis psoriasis yang cukup sering terjadi.
Sebagai contoh, munculnya plak atau penebalan kulit hingga bersisik.
Biasanya, muncul pada area kulit lutut, siku, punggung bawah, dan juga kulit kepala.
Selain gatal, si kecil juga mungkin merasa kesakitan karena timbul luka.
2. Psoriasis gutata
Psoriasis pada bayi ini sering muncul setelah infeksi akibat bakteri Streptokokus.
Terutama, saat si kecil sebelumnya mengalami radang tenggorokan.
Gejala yang timbul biasanya adalah bintik-bintik merah kecil di area badan, lengan, kulit kepala, telinga, dan juga kaki
3. Psoriasis inversa
Jenis psoriasis pada anak ini gejalanya adalah timbul bercak-bercak halus pada lipat kulit, misalnya pada area ketiak, pantat, kelopak mata, dan selangkangan.
Gejala psoriasis pada bayi dan anak
Gejala atau tanda utama psoriasis pada bayi adalah timbul bercak merah serta kulit menebal (plak).
Selain itu, kulit juga bisa terasa panas, gatal, hingga sakit.
Pada bayi atau anak-anak, area kulit yang menebal bisa terjadi di mana saja, seperti:
Wajah,
Kulit kepala,
Lengan,
Ketiak, serta
Area popok.
Berikut adalah gejala atau tanda psoriasis yang sebaiknya dikenali orang tua, yaitu:
Kulit kering dan pecah-pecah,
Kuku menjadi rusak, tebal hingga berlubang, serta
Radang sendi (nyeri, kaku, bengkak).
Pada anak-anak, gejala psoriasis pertama kalinya cenderung muncul di kulit kepala.
Selama masa aktif, mungkin saja gejala akan lebih banyak terlihat. Dalam beberapa minggu atau bulan, gejala bisa membaik atau menghilang.
Penyebab psoriasis pada bayi
Hingga kini mekanisme terjadinya psoriasis belum jelas.
Namun kemungkinan, gangguan pada sistem kekebalan tubuh anak dapat memengaruhi kemunculan kondisi ini.
Para pakar berpendapat, sel sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif bisa membuat sel kulit beregenerasi lebih cepat sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukan sel kulit baru dan akhirnya menumpuk sebagai plak.
Faktor risiko terbesar dari psoriasis pada anak-anak adalah genetik alias keturunan. Sekitar 40% anak atau orang dewasa yang memiliki psoriasis terlahir dalam keluarga yang juga memiliki riwayat psoriasis.
Psoriasis masih belum diketahui apa penyebabnya.
Meski begitu, ada sejumlah hal atau pemicu yang bisa mengakibatkan gejalanya muncul tiba-tiba (flare up). Beberapa pemicu psoriasis pada bayi, yaitu:
Infeksi,
Iritasi kulit,
Obesitas
Bagaimana cara dokter mendiagnosis psoriasis?
Dokter biasanya dapat mengetahui ketika si kecil mengalami psoriasis dengan memeriksa kulit tubuh, kulit kepala, dan juga kuku.
Lalu, dokter juga akan bertanya apakah anggota keluarga ada yang mengalaminya serta berapa lama munculnya gejala.
Meskipun jarang terjadi, mungkin saja dokter juga mengambil sampel kulit (biopsi) untuk mencari tahu apakah itu adalah psoriasis atau kondisi kulit lainnya.
Pengobatan psoriasis pada bayi
Psoriasis adalah gangguan autoimun yang tidak memiliki pengobatan khusus untuk menyembuhkan penyakitnya.
pengobatan dan perawatan dari dokter bisa mengendalikan kambuhnya gejala (flare ups) serta keparahan Psoriasis.
Perawatan yang tepat untuk mengatasi psoriasis pada anak tergantung usia, area tubuh yang terpengaruh, hingga tingkat keparahan gejala.
Pada umumnya, perawatan psoriasis pada bayi dan anak berfokus pada cara-cara menghilangkan ruam kulit serta mengurangi gejalanya.
1. Pemakaian obat luar
Obat oles adalah pengobatan yang paling sering direkomendasikan dokter untuk mengatasi gejala psoriasis ketimbang cara pengobatan lainnya.
Obat luar diklaim bisa membantu mengurangi gejala ringan hingga sedang.
Sebagai contoh, pemberian krim, losion, salep, pelembab, sampo, atau sabun yang memiliki fungsi antiradang.
Ada juga obat luar seperti krim dengan kandungan vitamin D atau kortikosteroid sesuai dengan resep dokter.
2. Terapi sinar
Terapi sinar menggunakan cahaya matahari langsung atau laser sinar UV diklaim dapat membantu meringankan gejala.
The Psoriasis and Psoriatic Arthritis Alliance menyatakan bahwa gejala psoriasis pada anak dapat berangsur membaik setelah berjemur di bawah matahari.
Meski begitu, terapi psoriasis dengan sinar UV hanya diberikan pada bayi dan anak-anak jika sudah mendapat persetujuan dokter.
Jangan pula membiarkan anak terlalu lama berjemur. Hal ini dapat menyebabkan kulit justru terbakar dan memperparah gejala psoriasis pada anak.
3. Obat minum atau suntik
Untuk kasus psoriasis pada bayi yang sedang hingga parah, dokter mungkin akan memberikan resep obat minum, suplemen vitamin D, memberikan suntikan, hingga pengobatan intravena (IV).
Tanyakan kepada dokter apa saja efek samping yang bisa dialami anak jika mendapatkan jenis pengobatan di atas.(R03)
Sumber Berita: sehatq.com
Listrik Indonesia

