5 Orang Jamaah Calon Haji Riau Batal Berangkat, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:52:35 WIB
5 Orang Jamaah Calon Haji Riau Batal Berangkat, Ini Alasannya
Ket Foto : Pemberangkatan jemaah calon haji asal Riau.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)-  Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Riau  telah memberangkatkan jamaah haji sebanyak 2.299 orang.

Jemaah calon haji tersebut tergabung ke dalam 5 Kloter penuh dan 1 Kloter gabungan yang berasal dari 12 Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Mahyudin mengatakan, dari jumlah jamaah yang sudah berangkat tersebut, terdapat 5 jamaah calon haji Riau yang tunda atau batal berangkat. Batalnya keberangkatan tersebut dikarenakan sakit dan juga meninggal dunia.

"Hingga saat ini total ada 5 jamaah calon haji Riau yang batal berangkat. Ada yang karena sakit dan juga meninggal dunia," katanya.

Kelima jamaah calon haji yang batal berangkat tersebut, di antaranya, Nurmainis Jamaran Abdullah (61 tahun) karena sakit berasal dari  Pekanbaru, Sulaiman Abdul Razak Bagung (63 tahun) karena Sakit berasal dari Pekanbaru.

"Kemudian, Moehamad Iksan Ahmad Rasam (55 tahun) karena  Sakit berasal dari Rokan Hilir, Sawi Utami Ramin (54 tahun) merupakan Pendamping Moehamad Iksan Ahmad Rasam dan Fatimah Abdul Hamid (58 tahun) karena Wafat berasal dari Dumai," ujarnya.

Sementara itu, aktifitas jamaah haji yang telah tiba di Arab Saudi, telah melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib, melaksanakan arbain dan ziarah ke tempat–tempat bersejarah yang ada di Kota Mekkah maupun Madinah. 

"Jamaah haji yang tergabung dalam gelombang pertama seperti kloter 4 sedang melaksanakan rangkaian ibadah arbain di Mesjid Nabawi. Sedangkan yang bergabung dalam gelombang kedua seperti Kloter 5, 6, 7 dan 8 ada yang sudah melaksanakan Umrah wajib dan membayar Dam karena mengambil rangkaian Ibadah haji tamattu," jelasnya. (mcr)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Tulis Komentar Index »
IKLAN BARIS