Kuota Menipis, Ini Penjelasan Menteri ESDM Soal Harga Pertalite dan Solar

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:43:20 WIB
Kuota  Menipis, Ini Penjelasan  Menteri ESDM Soal Harga Pertalite dan Solar
Ket Foto : Ilustrasi SPBU pertamina.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tidak akan mengalami penyesuaian atau kenaikan harga. 

Hal ini seiring dengan menipisnya kuota Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) itu.

Pemerintah, kata dia sementara ini masih akan mempertahankan harga BBM jenis Pertalite di level Rp 7.650 per liter. 

Namun, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam mengkonsumsi BBM.

"Pertalite ini kita pertahankan, sementara pertahankan. Cuma ya langkah pertama ini kita harus bisa menghimbau masyarakat untuk hemat energi," kata dia ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (11/8/2022) seperti kampi lansir dari cnbcindonesia.com.

Sembari menghimbau masyarakat berhemat dalam mengkonsumsi BBM, pemerintah juga akan segera merampungkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dengan begitu, pembatasan pembelian BBM Pertalite dan Solar subsidi dapat segera diberlakukan. "Kita juga segera melakukan revisi dari Perpres 191," kata dia.

Pertamina mencatat, Sampai pada Juli 2022, konsumsi Pertalite sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sudah mencapai 16,8 juta kilo liter (KL). Artinya, kuota hingga akhir tahun hanya tersisa 6,2 juta KL dari kuota yang ditetapkan sebesar 23 juta KL sampai akhir tahun.

Sementara konsumsi Solar Subsidi sebagai Jenis BBM Tertentu (JBT) sudah mencapai 9,9 juta KL dari kuota 14,91 juta di tahun 2022 ini atau tersisa 5,01 juta KL.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati sebelumnya membeberkan bahwa harga Pertalite dan Solar Subsidi memiliki nilai subsidi yang tinggi.

Misalnya saja harga Solar Subsidi yang saat ini dijual Rp 5.150 per liter. Nicke bilang, bahwa pemerintah harus mensubsidi BBM Solar itu sekitar Rp 12 ribuan per liternya. Sementara untuk BBM Pertalite yang saat ini harganya Rp 7.650 per liter disubsidi hampir Rp 10 ribuan per liter.

"Sekarang bagaimana masyarakat harus mengendalikan konsumsi BBM-nya. Setiap liter solar disubsidi Rp 12 ribu, Pertalite disubsidi hampir Rp 10 ribu/liter," terang Nicke dalam acara Satu Tahun Alih Kelola WK Rokan, Senin (8/8/2022).

Seperti diketahui, pemerintah pada tahun ini akan menggelontorkan subsidi pada sektor energi senilai Rp 502 triliun. Yang mana subsidi untuk BBM dan LPG bisa mencapai sekitar 320 triliunan.

Untuk menekan bengkaknya nilai subsidi itu, Nicke mengatakan, salah satu caranya dengan melakukan pembatasan pembelian Pertalite dan Solar Subsidi kepada yang tidak berhak.

Nicke mengatakan, salah satu pengendalian konsumsi BBM subsidi itu dilakukan melalui pendaftaran kendaraan melalui MyPertamina. 

Kelak, sesuai dengan kriteria yang ditentukan, BBM subsidi ini hanya untuk mereka yang tidak mampu dan usaha-usaha kecil. 

"Kita semua tahu situasinya sangat sulit, di seluruh dunia tidak ada yang tidak kesulitan. Kita memang tidak krisis energi tapi semua ada batasnya," tandas Nicke.(R02)

Sumber Berita: cnbcindonesia.com


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Tulis Komentar Index »