SIAK (RIAUSKY.COM)- Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, melakukan serangkaian pertemuan penting di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memastikan jalannya pemerintahan dan pelayanan dasar masyarakat Kabupaten Siak tetap lancar.
Langkah ini bagian dari upaya Pemkab Siak agar berbagai program daerah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Pertemuan pertama dilakukan dengan Deputi Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN BKN RI, Dr. Hardianawati. Bupati Afni menekankan pentingnya penataan manajemen ASN yang profesional, agar setiap pegawai bekerja sesuai kompetensi dan pelayanan masyarakat tetap optimal.
“Beberapa poin utama yang disampaikan BKN antara lain, Pemerintah Kabupaten Siak harus segera melaksanakan Job Fit, yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Setelah Job Fit selesai, barulah dapat dilaksanakan pengukuhan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru,” ujar Bupati Siak, Jumat (9/1/2026).
Pengukuhan SOTK menjadi kunci tertib administrasi pemerintahan, termasuk kelancaran pelaksanaan kegiatan seluruh OPD serta proses pembayaran gaji pegawai bulan Januari yang dananya telah tersedia, lanjutnya.
Afni mengatakan, BKN juga mengingatkan bahwa perampingan SOTK bisa berdampak pada beberapa pejabat yang tidak lagi menduduki jabatan struktural.
Selain itu, seluruh mutasi pegawai kini harus mengikuti Sistem Integrated Mutasi (I-Mut), sistem resmi pemerintah untuk mutasi pegawai secara transparan. Hal ini memastikan proses mutasi lebih jelas, adil, dan sesuai aturan.
Selanjutnya, Bupati Afni bertemu Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas, Sukmo Harsono, untuk membahas dukungan pendanaan infrastruktur melalui APBN.
Untuk tahun 2025 Kabupaten Siak telah memperoleh satu paket pembangunan jalan ruas Tualang-Sungai Mandau sepanjang 1,5 kilometer melalui inpres.
“Selain melanjutkan pembangunan jalan Tualang–Sungai Mandau, kami mendorong agar jalan sampai ke Tumang sepanjang 30 kilometer selesai, sekaligus mengajukan dukungan program ketahanan pangan, khususnya pembangunan dan pengairan lahan pertanian," jelas Bupati.
Pemkab Siak juga mengusulkan agar Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) kembali ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Harapannya, hal ini mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah di luar sektor migas.
Selain itu, bantuan pelayanan dasar untuk wilayah 3T juga diajukan. Termasuk pengadaan ambulans laut bagi desa-desa di Kecamatan Sungai Apit, seperti Teluk Lanus dan Mungkal, agar warga di daerah terpencil tetap mendapatkan layanan kesehatan cepat dan aman.
Untuk mempertajam pembahasan teknis, Bupati Afni diterima Koordinator Transportasi Jalan dan Transportasi Multimoda Bappenas, Ahmad Zainuddin. Dari pertemuan ini disepakati tindak lanjut serius akan dilakukan melalui intervensi APBN.
Malam harinya, Bupati kembali menggelar pertemuan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, untuk membahas program pembangunan desa dan kawasan tertinggal.
Koordinasi juga dilakukan dengan Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto, terkait nasib 3.590 pegawai non-database di Pemkab Siak.
Bupati Afni menegaskan, seluruh upaya ini dilakukan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. "Kami terus berjuang untuk Siak dan seluruh masyarakatnya. Semoga setiap niat baik ini mendapatkan ridho dari Allah SWT,” tutup Bupati.(R08)
Listrik Indonesia

