PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Kunjungan kerja Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq ke Provinsi Riau menjadi momentum penting dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal di daerah. Program strategis nasional ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Pemerintah pusat ingin memastikan bahwa program ini mampu memberikan dampak ekonomi yang merata bagi masyarakat. Mulai dari rantai pasok bahan pangan hingga pelibatan pelaku usaha lokal diharapkan dapat bergerak secara sinergis.
Wamenko Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa keberadaan program MBG harus dimaknai sebagai langkah strategis jangka panjang. Ia menyebut program ini memiliki dampak besar dalam mempersiapkan generasi unggul yang sehat dan berkualitas.
"Tentu keberadaan MBG harus dimaknai suatu investasi jangka panjang yang akan berdampak cukup sangat besar, terutama bagi persiapan menuju generasi emas. Kita tidak boleh main-main dengan program ini," ujarnya di Pekanbaru, Kamis (30/04/2026).
Dijelaskan, Presiden RI Prabowo Subianto telah merancang program ini secara baik dan bermanfaat agar tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi masyarakat. Efek berganda dari program ini diharapkan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
"Bapak Presiden sudah benar-benar berupaya bahwa program ini juga dapat membawa efek ekonomi yang dirasakan oleh semua rakyat. Memang dalam pelaksanaannya banyak dinamika, nah itu yang harus kita jaga ketat," jelasnya.
Diterangkan, tantangan di lapangan merupakan hal yang wajar dalam program berskala nasional. Menurutnya, perlu dilakukan berbagai evaluasi untuk memastikan standar operasional berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia menekankan bahwa keterbukaan terhadap evaluasi dan koreksi menjadi kunci keberhasilan program. Pemerintah daerah diminta tidak ragu untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kendala di lapangan.
"Kita tidak usah malu ditegur, apalagi kalau ada koreksi sarana prasarana dan mekanismenya. Intinya kita mau membangun modalitas bangsa kita, yaitu generasi muda," tegasnya.
Dituturkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program. Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pelaksanaan MBG diharapkan semakin efektif dan tepat sasaran.
"Kemudian, satgas daerah sudah gak usah ragu kontrol semua. Jangan ada yang merasa kebal hukum, gak ada yang boleh main-main karena ini program Bapak Presiden sudah sangat baik dengan semua perhatian dialihkan kesana," pungkasnya.(mc)
Listrik Indonesia

