PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dikatakan Mendagri, seluruh kepala daerah harus mampu mengambil langkah-langkah kreatif yang bisa menunjang pada peningkatan PAD, namun tanpa harus menimbulkan beban bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Mendagri saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
''Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada kepala daerah yang kreatif tapi tidak membebankan rakyat. Dan ini, di beberapa daerah berhasil dilakukan oleh beberapa kepada daerah.'' ungkap Mendagri.
Dan salah satu contoh keberhasilan tersebut, dikatakan Mendagri Tito adalah apa yang dilaksanakan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Dalam kesempatan itu, Mendagri yang juga didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini mengajak kepala daerah lain di Indonesia, untuk mencontoh Wali Kota Pekanbaru dalam meningkatkan PAD.
Pemko Pekanbaru, dikatakan dia dapat meningkatkan PAD dengan tanpa memberatkan masyarakat.
Mendagri mengaku sempat menurunkan tim untuk mengetahui langsung bagaimana upaya yang dilakukan Pemko Pekanbaru.
"Pekanbaru, saya selalu memuji dan mengirimkan tim ke sana,'' jelas dia.
''Wali Kota Pekanbaru, tahun 2024 PAD mereka Rp800 miliar bisa menjadi Rp1,2 triliun di 2025," ungkap Mendagri.
Untuk melihat keberhasilan tersebut, dia sampai mendatangkan tim untuk memastikan apa yang menjadi resepnya.
''Ternyata resepnya Wali Kota Pekanbaru Mempermudah perizinan,'' ungkap Mendagri.
Dia menambahkan, masyarakat itu sebenarnya banyak yang mau membayar pajak retribusi, tapi kemudian, kadang-kadang dipersulit, akhirnya jadi malah tak bayar, karena dipersulit.
Dikatakan Mendagri, dia sangat meyakini, kalau masyarakat dipermudah untuk membayar, maka itu akan menunjang pada peningkatan pendapatan asli daerah.
''Ini sudah dibuktikan oleh Wali Kota Pekanbaru,'' papar Mendagri.
Mendagri pada kesempatan tersebut juga mencontohkan daerah lain, seperti Banyuwangi, Bali yang bisa langsung connect dengan pembayar pajak.
Yang selama ini, restribusi, sebenarnya sebelumnya sudah ada tapi tidak penum masuk ke Kadispenda.
Dengan membuat sistem 10 persen retribusi, setiap bill yang ada di collect oleh pengusaha dan diserahkan ke Dispenda, itu tak sepenuhnya masuk kadang-kadang.
Karena itulah dibuat sistem yang langsung dari restoran hotel ke Dispenda, dan itu hasilnya ternyata naik.
Untuk hal-hal seperti ini, imbau Mendagri, agar kepala-kepala daerah yang ada lebih kreatif.(R06)
Listrik Indonesia

