PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Semarak dunia fesyen kembali hadir di Bumi Lancang Kuning melalui International Riau Fasion Week (IRFW) Season IV yang digelar pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Hotel Prime Park, Pekanbaru. Agenda tahunan Puan Aspekraf tersebut sekaligus memperingati Hari Batik Nasional ke-17.
Mengusung semangat memperkenalkan kekayaan kain dan budaya Indonesia melalui fesyen, IRFW tahun ini mempertemukan desainer dari berbagai daerah hingga mancanegara, seperti Malaysia dan Singapura. Kehadiran para desainer tersebut tidak hanya menghadirkan beragam kreasi busana, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter batik masing-masing daerah.
Koordinator Puan Aspekraf, Irna Juita, mengatakan momentum peringatan Hari Batik Nasional menjadi kesempatan untuk semakin memperkenalkan batik Riau ke tingkat internasional. Menurut Irna, Riau sebagai tuan rumah memiliki peran penting dalam membawa batik khas daerah agar semakin dikenal.
“Dengan peringatan Hari Batik, semoga batik Riau semakin mendunia walaupun di IRFW hari ini desainernya ada dari berbagai daerah dan berbagai negara dan mereka menggunakan batik khasnya masing-masing. Riau sebagai tuan rumah dan orang di Riau yang bisa membuat acara seperti IRFW ini membuat batik Riau semakin lebih dikenal di dunia,” harap Irna penuh antusias.
Ia menilai kekayaan budaya lokal memiliki peluang besar untuk tampil sejajar dengan karya-karya fesyen dari berbagai negara. Tak hanya menjadi panggung bagi desainer dari luar daerah maupun luar negeri, IRFW juga memberikan ruang bagi para desainer lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Menurut saya, desainer lokal justru lebih dari desainer luar dan bisa lebih baik lagi. Indonesia bisa lebih wow, tapi tetap masih ada yang terbaik lainnya juga, jadi desainer lokal harus terus berkembang,” tutur Irna.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar para pelaku fesyen di daerah tidak berhenti berinovasi dan terus meningkatkan kualitas karya mereka. Bagi desainer muda, Puan Aspekraf juga berupaya menghadirkan IRFW sebagai wadah untuk membangun sekaligus memperkenalkan identitas brand mereka.
“Untuk para desainer muda, inilah wadah Aspekraf adalah wadah bagi kalian, kami merangkul desainer-desainer yang ingin punya brand atau yang brand-nya ingin terangkat namanya,” ungkap Irna.
Antusiasme terhadap perhelatan tahun ini terlihat dari jumlah peserta yang terlibat dalam rangkaian kegiatan. Disebutkan Irna, hadir lebih kurang 300 model dan 32 desainer untuk berpartisipasi.
Listrik Indonesia

