LLMB-GMKR-GEMA Siap Geruduk DPRD Riau jika Satgas Pemberantasan Mafia Solar Tak Kunjung Dibentuk

LLMB-GMKR-GEMA Siap Geruduk DPRD Riau jika Satgas Pemberantasan Mafia Solar Tak Kunjung Dibentuk
Panglima Pucuk DPP LLMB Datuk Ismail Amir

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) -- Tiga organisasi masyarakat, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau, melontarkan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi Riau dan DPRD Riau terkait persoalan distribusi Solar subsidi.

Ketiga organisasi tersebut menegaskan tidak akan tinggal diam jika Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Solar tidak segera dibentuk.

Mereka bahkan menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD Provinsi Riau sebagai bentuk tekanan agar persoalan dugaan penyalahgunaan distribusi Solar subsidi ditangani secara serius dan terbuka.

“Kalau Satgas tidak juga dibentuk, kami siap turun ke jalan. Jangan sampai masyarakat terus disuruh antre mendapatkan Solar, sementara dugaan permainan distribusi dibiarkan,” tegas Panglima Pucuk DPP LLMB Datuk Ismail Amir, Ahad (4/10/2026) di Pekanbaru.

Menurutnya, persoalan Solar subsidi bukan lagi sekadar masalah antrean di SPBU. Kondisi tersebut telah menyentuh kepentingan masyarakat luas, terutama pelaku usaha kecil, sopir angkutan, nelayan dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ketersediaan BBM bersubsidi.

Karena itu, LLMB bersama GMKR dan GEMA meminta pemerintah tidak hanya memberikan pernyataan atau melakukan rapat, tetapi segera membentuk Satgas yang bekerja secara nyata di lapangan.

“Kami ingin tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Kalau memang tidak ada mafia Solar, buktikan dengan penindakan dan pengawasan yang terbuka. Kalau ada, bongkar sampai ke akar-akarnya,” tegas Ismail.

Persoalan distribusi Solar subsidi harus ditangani secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Pertamina, BPH Migas serta instansi terkait lainnya. Keberadaan Satgas dinilai penting untuk memastikan distribusi Solar subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

Ketiga organisasi juga menyoroti maraknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Mereka mempertanyakan bagaimana BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dapat mengalami kelangkaan di tingkat konsumen.

Aksi demonstrasi ke DPRD Riau bukan sekadar ancaman, melainkan bentuk tekanan publik apabila pemerintah dan legislatif tidak segera memberikan kepastian mengenai pembentukan Satgas tersebut.

LLMB, GMKR dan GEMA Riau menyatakan akan terus mengawal persoalan Solar subsidi hingga ada langkah konkret dari pemerintah. Jika dalam waktu yang dianggap wajar tidak ada kejelasan, ketiga organisasi mengaku siap mengonsolidasikan massa dan mendatangi Gedung DPRD Riau untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

“Kami siap turun dengan massa. Jangan anggap persoalan ini kecil. Ini menyangkut kepentingan rakyat Riau,” tegasnya.

Desakan pembentukan Satgas tersebut semakin mengemuka setelah LLMB, GMKR dan GEMA Riau melakukan penelusuran ke sebuah gudang di kawasan Tenayan Raya, Pekanbaru, pada 2 Oktober 2026. Di lokasi tersebut ditemukan puluhan baby tank dan sejumlah drum yang diduga digunakan untuk menampung BBM. Namun, jenis dan kandungan cairan yang ditemukan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (*)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional