BANGKINANG (RIAUSKY.COM)- Tak ada yang menyangka kecelakaan lalu lintas di Kilometer 1 Jalan Lintas Rantau Berangin-Pasir Pengaraian, Desa Merangin Kecamatan Kuok, Kamis (24/8/2017) pagi akan menjadi kisah pilu keluarga muda ini.
Maksud hati mereka berdagang sayur-sayuran di Kabun, Rokan Hilir berujung maut.
Tak cuma Novrizal, 34 tahun dan istrinya, Hazrianis, 27, kecelakaan tersebut merenggut nyawa dua anak mereka yang masih balita, yakni Ania Sakira (3) serta bayi lucu Muhammad Rasyid Habibullah (2 bulan).
Ania Sakira dan adiknya Muhammad Rasyid meninggal dalam kondisi tubuh berceceran darah setelah mobil Suzuki Carry yang dikemudikan Novrizal ditimpa truk tronton intercooler.
Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut langsung histeris. Apalagi mereka melihat jelas bagaimana truk berukuran besar bermuatan pupuk tersebut melaju kencang sebelum menghantam truk colt diesel dan minibus Suzuki Carry.
Yang membuat mereka lebih histeris tentu saja keberadaan kedua bayi malang di dalam reruntuhan mobil.
Banyak warga yang menangis dan prihatin ketika melakukan evakuasi korban. Namun, keduanya sudah terlebih dahulu pergi menghadap ilahi.
Salah seorang keluarga korban, Efrinaldi menceritakan kalau pagi itu, keluarga kecil nan bahagia itu seperti hari-hari sebelumnya berencana untuk berjualan sayur-sayuran di daerah Kabun, Rokan Hulu.
''Anak-anak itu biasa memang ikut bersama orang tuanya, karena kebetulan di rumah tidak ada keluarga yang menjaga,'' ungkap dia.
Namun, siapa yang menyangka, kalau perjalanan mereka menemani kedua orang tuanya berniaga berujung sampai di sini. Mobil suzuki carry BM 1499 MA yang mereka gunakan secara kebetulan melintas di antara truk tronton bermuatan ratusan ton pupuk serta colt diesel bermuatan kelapa sawit.
Kendaraan yang mereka gunakan tertimpa badan truk tronton yang terguling.
Nenek kedua korban terlihat begitu shock dengan kepergian anak dan dua cucu-cucunya. Saat pemakaman yang dilaksanakan dalam satu liang lahat di Desa Kampung Panjang Kecamatan Kampar Utara pada sore harinya, wanita tua itu hanya bisa terdiam menitikkan air mata sedih atas kepergian anak cucunya.
''Tak ada firasat keluarga, mereka hanya bilang pergi berjualan seperti biasa. Tiba-tiba saja, begitu pulang dari ladang, orang sudah ramai di depan rumah. Mereka terlihat bersedih, ternyata yang pulang ke rumah adalah Novrizal bersama istri dan cucu-cucunya yang masih bayi,'' ungkap salah seorang warga.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kampar, AKP. Mas'ud Ahmad melalui Kepala Unit Kecelakaan, Ipda. Angga Dewansyah mengungkapkan kecelakaan lalu lintas bermula dari truk yang dikemudikan Jacson, warga Deli Serdang, Sumatera Utara, mengalami rem blong.
Diduga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan tersebut.
Angga menjelaskan, Kamis pagi sekira pukul 08.40 WIB, Truk Tronton BK 9216 BH bergerak dari arah Pasir Pengaraian ke arah Rantau Berangin.
"Di jalan tikungan, truk mengalami rem blong dan lepas kendali sehingga bergerak ke sisi lajur kanan jalan," jelasnya, Kamis sore.
Menurut Angga, pada waktu bersamaan, Truk Colt Diesel BM 9706 TG yang dikemudikan Hengki (30), warga Desa Siabu Kecamatan Salo datang dari arah berlawanan. Tronton menabrak sisi kanan Colt Diesel, lalu terbalik.
Sedangkan Tronton oleng sampai terbalik.
Naasnya, Mobil Suzuki Carry BM 1499 MA yang dikemudikan Novrizal (34) melintas ke arah Pasir Pengaraian.
"Truk Tronton oleng dan terbalik menimpa mobil Suzuki Carry," kata Angga.
Angga mengungkapkan, Novrizal, istri dan dua anaknya di dalam Suzuki Carry tewas di tempat.
Sedangkan Hengki mengalami luka berat di bagian kepala dan harus dirawat di rumah sakit.(*)
Listrik Indonesia

