RIAUSKY.COM - Miris membaca peristiwa satu ini, lagi-lagi saol pernikahan dini, lebih parahnya, sang mempelai wanita ternyata masih sangat muda dan baru tamat SD.
Kabar pernikahan dini kembali viral di Sulsel. Kali ini di Kabupaten Sinjai. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berinisial RS, 12 tahun. Pesta pernakahan RS bersama mempelai pria, Erwin, 21 tahun akan terlaksana di kediaman Erwin, di Jeneponto.
RS merupakan putri pasangan Sinar dan Basri, warga Jalan Samratulangi Kota Sinjai, Sulsel. RS merupakan siswi SD 125 Karampue, Sinjai.
Kabar rencana pernikahan ini dibenarkan Lurah Balangnipa, Muh Azharuddi Al Anshari. Menurutnya, Pihaknya telah menyampaikan peringatan untuk tidak menikahkan anaknya yang masih di bawah umur itu.
"Kami sudah tegur orang tuanya, supaya tidak menikahkan anaknya. Kalau tetap mau, anaknya jangan di Sinjai karena kami akan kena teguran," ungkapnya, Senin (7/5/2018).
Meski ada larangan menggelar akad nikah, pihak keluarga perempuan tetap menggelar pesta pernikahan di Jalan Sam Ratulangi, Kota Sinjai. Kerabat berdatangan membantu menyiapkan acara, dekorasi pengantin adat Bugis juga telah terbentang. Begitupula tenda biru di halaman rumah terpasang.
Pernikahan yang masih dini ini mengundang tanya apa alasan orang tuanya menikahkan anaknya yang masih perlu banyak belajar menghitung dan menulis itu.
Saat ditemui sejumlah awak media di kediamannya, orang tua RS menyampaikan hal yang membuat kaget. Menurut ibunya, Sinar, pernikahan dini di lingkup keluarganya adalah hal yang wajar dan pernah dilakukan sebelumnya.
Alasannya, masa depan anaknya jauh lebih penting. Apalagi keduanya diketahui telah berkenalan cukup lama, 2 tahun lebih. "Dari pada lama pacaran dan kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Apalagi keduanya sudah saling teleponan lewat video," ungkap Sinar dengan dialek Jeneponto, saat ditemui, Senin (7/5/2018) seperti dilansir Rakyatku.com.
Sinar mengaku, tidak ada alasan baginya untuk tidak menikahkan anaknya. Meski di bawah umur tetap harus dinikahkan jika sudah saling suka.
"Adat kami di Tino (Salah satu daerah di Jeneponto) begitu pak, kalau sudah saling suka, dinikahkan saja," jelas Sinar yang juga merupakan keluarga asal Jeneponto itu.
Namun beredar kabar, jika orang tuanya terpaksa menikahkan RS dengan Erwin karena terlilit utang.
Sinar dan Basri memiliki utang kepada orang tua mempelai laki-laki, Erwin, sebesar Rp12 juta, karena tak mampu membayarnya sehingga mereka menyepakati menikahkan anaknya.
Namun, kabar itu buru-buru dibantah oleh keluarga Reski. Alasan pernikahan ini karena sudah saling suka, sehingga tidak ada pilihan lain. Alasan lainnya, keduanya telah berpacaran selama dua tahun.
Sinar, Ibu SR juga mengaku tidak ada alasan baginya untuk tidak menikahkan anaknya. Apalagi dikeluarganya, pernikahan dini sudah terjadi sebelumnya. (*)
Listrik Indonesia

