GAWAT...ISIS Teror Piala Dunia 2018, Ancam Penggal Kepala Ronaldo dan Messi

GAWAT...ISIS Teror Piala Dunia 2018, Ancam Penggal Kepala Ronaldo dan Messi
Foto propaganda tentara ISIS memenggal kepala Messi dan Ronaldo. (mirror)

RIAUSKY.COM - Kelompok teroris ISIS mengancam akan memenggal kepala Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menjelang Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia. Mereka mengunggah foto dua bintang sepak bola itu di dalam stadion.

Ini bukan bagian propaganda pertama yang dibuat kelompok fundamentalis mengenai Piala Dunia 2018. Tetapi ancaman terbaru ini menunjukkan foto-foto dua pesepak bola terbaik dunia – diletakkan di atas lapangan stadion saat tentara ISIS memenggal kepala mereka.

Seperti dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, dalam foto yang begitu cepat beredar di dunia maya, sejak Rabu (16/5/2018) itu ditambahkan keterangan berbunyi: “Tanah akan dipenuhi dengan darah Anda”.

Kelompok ini kehilangan wilayah di Suriah dan Irak tetapi telah menginstruksikan kepada pengikutnya di Rusia untuk meluncurkan serangan pada turnamen yang akan berlangsung pada bulan Juni itu.

Mereka merilis poster kedua yang menunjukkan pejuang ISIS tampak memegang granat di dalam stadion. Poster ini diberi judul: “FIFA World Cup Russia 2018. Kemenangan akan menjadi milik kita.”

Sebelumnya teror Piala Dunia 2018 oleh ISIS sudah muncul awal tahun ini. Mereka memposting foto dengan pakaian oranye yang mirip dengan yang dipakai oleh tahanan di Teluk Guantanamo dan sandera lainnya yang telah dipenggal kepalanya oleh ISIS.

Foto itu seperti mengambil latar di Stadion Luzhniki Moskow, yang akan menjadi tuan rumah final Piala Dunia tahun ini, dan tulisan di atasnya berbunyi: “Jadi serang mereka di leher dan pukul mereka dari ujung jari.”

Oktober lalu poster lain menunjukkan penyerang Barcelona, Lionel Messi dalam sel penjara dengan wajah berlumuran darah. Kali ini tulisan keterangannya: “Saya bersumpah bahwa api Mujahidin akan membakar Anda … tunggu saja.”

Piala Dunia akan berlangsung antara 14 Juni hingga 15 Juli 2018, dan pertandingan dijadwalkan berlangsung di 11 kota di Rusia.

Salah satu kota tempat pertandingan akan dimainkan adalah St Petersburg yang mengalami serangan teroris pada April 2017 ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan bom pada sistem kereta api bawah tanah kota itu.

Serangan itu diklaim oleh ISIS sebagai tanggapan terhadap serangan udara Rusia ke Suriah.

Teror ISIS belakangan ini memang sangat meresahkan, termasuk di Indonesia. Sepekan terakhir, keamanan Indonesia mencekam dengan serangkaian aksi bom bunuh diri yang diduga didalangi ISIS. (*)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional