JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Hingga saat ini belum ada kabar soal penumpang dan kru yang selamat dari tragedi Lion Air JT-610 yang jatuh di Karawang, Jawa Barat. Keluarga masih setia menanti informasi, termasuk keluarga ko-pilot Lion Air yang bermama Harvino (41).
Sambil berlinang air mata, Adik Harvino bernama Vini Wulandari (37), masih menunggu kabar tentang kakaknya tersebut. Vini masih berharap kakaknya masih selamat dari insiden tersebut.
Bahkan, dia menyebutkan telah berdoa bersama pihak keluarga untuk keselamatan Vino, sebutan untuk kakak keduanya tersebut.
"Kami doa bersama-sama tadi malam, tapi bukan tahlilan untuk dia, tapi berdoa supaya dia survive, selamat," ucap Vini di kediaman Vino, di Jalan Masjid An-Nur, Perumahan Green Park 2, Blok F Nomor 19, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/10/2018).
Menurut Novi, Vino merupakan orang yang baik, saleh dan tidak pernah menunjukan kalau ada masalah. "Dia orangnya, baik, menyenangkan, yang susah-susah dia enggak pernah tunjukin. Yang ngeselin-ngeselin juga enggak, jadi anaknya baik banget," kata Vini.
Menurut Vini, apabila Vino meninggal dunia, maka Vino meninggalkan istrinya yang bernama Nia Fahrida Kurniawati (32), serta tiga orang anak yang masih kecil. Masing-masing berusia 8 tahun, 6 tahun, dan sang bungsu yang masih berusia 1,5 tahun.
Selain keluarga, ko-pilot Lion Air itu juga meninggalkan anak asuhnya sebanyak 10 orang. Anak asuh yang berasal dari anak yatim itu berada di Pandeglang, Banten.
“Sudah lama dia asuh, bersama teman-teman SMA-nya. Kadang Vino ke sana ke anak-anaknya itu, kadang hanya memberi bekal, nitip pada teman-temanya," tutur Vini.
Karena itulah, tak hanya keluarga, sepuluh anak yatim yang diasuh Kopilot Harvino selama ini merasa sangat kehilangan.
Dia pergi sebelum cita-cita dan niatnya membangun sebuah rumah Quran belum berwujud.
Harvino mendampingi Kapten Bhavye Suneja menerbangkan pesawat Lion Air JT 610 pada Senin pagi (29/10/2018). Seharusnya dia tidak terbang. Selain bukan jadwalnya, Harvino saat itu sedang sakit gigi.
"Lagi memang nggak boleh terbang. Harusnya juga yang ke Pangkal Pinang ini bukan dia. Orang lain," sambung Vinni lagi kepada wartawan di Jl Masjid, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/10/2018).
Ayah dua anak itu dikenal religius. Itu bisa dilihat dari penampilannya sehari-hari. Dia kerap terlihat mengenakan peci. Dia juga memelihara janggutnya. Kontras dengan penampilan pilot kebanyakan.
Sebelum Lion Air JT 610 jatuh, Harvino yang baru berusia 41 tahun sempat menulis status baru di WhatsApp. Sebuah kalimat zikir.
"Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha Illallah, Allahu Akbar". Harvino terakhir online pada pukul 06.00 tak lama sebelum pesawat lepas landas pada pukul 06.20 WIB.
Salah seorang teman sekolahnya, Wardjito Purwadi mengakui Harvino sebagai orang saleh.
"Saya bersaksi bahwa beliau baik.. jiwa yang sholeh. Semoga amal baik beliau diterima oleh Allah subhanahu wata'ala dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," tulis dia di Facebook.
Wardjito merupakan teman sekolah Harvino di SMA Negeri 68 Jakarta. Mereka juga satu sekolah dengan komedian Deddy Mahendra Desta atau akrab disapa Desta. "Co pilot Harvino adalah teman saya di SMA 68 dulu," tulis Desta di Twitter.
Asuh 10 Anak Yatim
Selain menyayangi istrinya, Nia dan dua anaknya, Harvino juga mengasuh 10 anak yatim dari Desa Nyamplung Sari, Petarukan, Pemalang.
Hal tersebut juga disampaikan sahabatnya, Adhi Azfar. "Sahabat saya, alumni SMA 68, anak rohis. Saya bersaksi beliau orang sholeh, santun, infaqnya untuk anak-anak yatim tak pernah putus. Orang tua asuh bagi 10 anak yatim binaan YMI di pelosok desa," tulisnya.
Tak hanya kepada anak yatim, Harvino juga mengulurkan tangan pada penduduk desa. Dia merintis pembangunan musala. Kini bersama para alumni SMAN 68, Harvino sedang berusaha membangun rumah Quran.
Sebelum menjadi kopilot di Lion Air, Harvino sempat bekerja di Angkasa Pura. Dia bertugas di Air Traffic Cintroller (ATC). "Vino memang bercita-cita banget menjadi pilot," ujar Vini, adiknya.
Sebenarnya ayah Harvino tidak pernah setuju anaknya jadi pilot. "Udah, nggak usah jadi pilot. Tiap kali (dia) ngelamar, (Ayah) minta dibatalin," ungkap Vini menirukan ayahnya. (R03)
Listrik Indonesia

