Ini Pesan IDI Bila Pemerintah Hendak Berlakukan New Normal

Senin, 01 Juni 2020 | 15:07:48 WIB

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Ketua Ikatan Dokter Indonedia (IDI) Daeng M. Faqih mengingatkan pemerintah untuk melakukan berbagai pertimbangan sebelum memulai kembali aktivitas di tengah pandemi covid-19 atau 'new normal'.

Daeng menjelaskan penerapan new normal harus menunggu sampai kasus menurun secara stabil hingga penambahannya hanya di bawah satu persen saja.

Sementara saat ini kasus memang menurun tapi di beberapa daerah mulai ada penambahan yang naik sangat signifikan seperti di Jawa Timur.

"Kalau kurva menurun sudah landai pertambahan kasus kasus di bawah 1 persen nah itu sudah masuk kritera, tapi kalau masih tinggi-tingginya seperti Jawa Timur bahkan mau mencapai puncak rasanya belum masuk kriteria ini (new normal)," kata Daeng saat webinar bersama Betadine, Senin (1/6/2020).

Kemudian dalam menerapkannya Daeng mengimbau agar jangan langsung dilakukan secara nasional tapi bertahap dimulai dari wilayah yang sudah mengalami penurunan kasus yang stabil.

"Ada standar dan tahapan karena tidak semua bisa diterapkan secara nasional, jadi bisa diterapkan berdasarkan skala priotritas dengan pentahapan misalnya daerah mana yang masuk indikasi epidemologis," ungkap Daeng.

Daeng juga merekomendasikan agar aktivitas uang dimulai juga dilakukan bertahap jangan sampai pusat-pusat keramaian dibuka secara bersamaan.

"Aktivitasnya teratur tidak sekaligu, misalnya kegiatan tertentu di perkantoran dicoba juga aktovitas pabrik yang kawasan terpisah dengan penduduk, tidak bisa serampangan mal dan pasar dibuka bersamaan," kata Daeng.

Dalam penerapan new normal ini juga diperlukan protokol kesehatan seperti aturan memakai masker, jaga jarak, mauapun penyediaan alat kebersihan.

Protokol kesehatan itu sebagai panduan bagi masyarakat dalam memproteksi diri dari covid-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung lama dan vaksinnya masih dalam proses penelitian.

"Protokol kesehatan harus disiapkan, protokol yang bisa mengubah perilaku kita untuk hidup bersih dan sehat dan protokol memofisikasi lingkungan kantor, pabrik, tempat ibadah, atau yang lainnya," pungkas Daeng.(R04)

 

Sumber Berita: tribunnews.com
 

Iklan Pajak Reklame Bapenda Pekanbaru



FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
loading...
Tulis Komentar Index »
IKLAN BARIS