Mardianto Kritisi Wali Kota ke Cina

Urus PDAM Aja Gagal, Ngapain ke Cina

Urus PDAM Aja Gagal, Ngapain ke Cina
Mardianto Manan saat diskusi dengan warga.
PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Keberangkatan Walikota Pekanbaru DR Firdaus MT ke Beijing, Cina, Rabu (17/9/2015) banyak mengundang komentar miring. Bukan saja karena keberangkatan tersebut dilakukan disaat masyarakat disandera kabut asap, tetapi agenda kepergian Walikota yang disebut menjadi narasumber pengelolaan air bersih dinilai janggal.
 
Pasalnya, Pemerintah Pekanbaru Kota Pekanbaru selama ini dinilai gagal potensi besar pengelolaan air bersih melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM Tirta Siak. Sudah lima kali menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, PDAM tidak menunjukkan tanda-tanda membaik.
 
Seperti kami dihimpun dari Halloriau.com, Pengamat Perkotaan Mardianto Manan menyebutkan, jika kepergian Wako Pekanbaru ke Beijing merupakan undangan Pemerintah Cina itu dalam rangka studi banding, juga sangat tidak tepat, karena selama ini PDAM dan Pemko sudah banyak melakukan studi banding bahkan mengikat kerjasama dengan perusahaan besar dari luar negeri.
 
"Agenda Walikota ke Beijing itu sangat tidak tepat. Jika dia datang sebagai narasumber itu sudah sangat keterlaluan, karena selama ini Pemko gagal dalam menjadikan PDAM sebagai perusahaan pengelola air bersih. Perusahaan itu tidak berkembang. Jika dia (Wako,red) ke Beijing untuk studi banding terkait pengelolaan air bersih, itu juga tidak tepat karena selama ini sudah banyak kita belajar keluar, tapi memang manajemen dari PDAM yang rusak, sehingga kemanapun bejlajar tapi manajemennya tetap bobrok, ya tetap saja kondisinya begini," tandasnya.
 
Menurut Mardyanto, selama ini Pemko Pekanbaru sudah 5 kali menjalin kerjasama dengan pihak ketiga atau menggandeng perusahaan pengelolaan air bersih dari luar Riau dan negara maju. "Selama ini sudah lima perusahaan yang digandeng. Ada dari Malaysia, Singapura dan terakhir Belanda, tapi semua gagal," cetusnya.
 
Kegagalan PDAM ini kata Mardyanto, akibat akar permasalahan sebenarnya tidak dibereskan Pemko Pekanbaru, yakni bobroknya manajemen perusahaan plat merah tersebut.  "Saya ilustrasikan saja, seorang pria menikahi 5 wanita, semuanya berakhir dengan perceraian, kira-kira yang salah siapa?, masak dari 5 wanita tidak ada yang cocok. Berarti prianya yang bermasalah. Begitu juga dengan PDAM ini, masak dari 5 perusahaan ini gak ada yang benar, gak mungkin. Karena mereka ini sudah pengalaman mengelola air bersih dinegara mereka," pungkasnya.
 
Oleh sebab itu, jika Wako ingin melakukan studi banding, sebaiknya didalam negeri saja. Seperti Pemko Medan yang berhasil dalam pengelolaan air bersih. "kalau mau belajar ngapai jauh-jauh ke Beijing, cukup ke Medan saja," katanya lagi.
 
Ia menyarankan, Pemko melakukan restrukturisasi manajemen PDAM jika ingin berhasil mengelola air bersih di Kota bertuah. Apalagi saat ini masyarakat dilanda kekeringan."Ada tiga yang harus dilakukan, pertama ini penataan keruangan, petakan dan tata pipa air yang akan dikelola itu. Dengan alat canggih saat ini, air dalam kondisi apapun bisa dijadikan air bersih. Kedua itu Kelembagaan harus diatur lagi. Ketiga Sumberdaya Manusia yang benar-benar mampu disana, jangan asal comot orang," paparnya.  
 
Diberitakan sebelumnya di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT malah "plesiran" ke Beijing, China.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Walikota berangkat menuju Padang Selasa (15/9/2015) malam dan terbang lagi ke China Rabu (16/9/2015) pagi. Ikut dalam agenda "plesiran" ini Asisten II Dedi Gusriadi, Kepala BPTPM M.Jamil, Kabag Humas Pemko Pekanbaru Alek Kurniawan.
 
Salah satu pegawai di Pemko Pekanbaru yang tidak ingin disebutkan namanya kepada wartawan mengatakan sebenarnya bukan hanya Walikota saja yang diundang, tapi Plt Gubernur juga.
 
"Namun pak Gub tidak diizinkan oleh Kemendagri karena memang saat ini Riau masih diselimuti kabut asap sehingga sebagai pemegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Riau tak boleh meninggalkan wilayah kepemimpinannya," ujarnya.
 
Lebih lanjut Ia mengatakan agenda Walikota ke Beijing ini dalam rangka sebagai narasumber Pengelolaan Air Bersih di Pekanbaru.
 
"Undangan sudah lama masuk ke bagian Humas Pemko, jadi bukan karena memang bapak mau liburan kesana tapi memang karena ada undangan sebagai narasumber pengelolaan air bersih di Pekanbaru," pungkasnya.
 
Padahal di sisi lain pengelolaan air bersih PDAM Tirta Siak di Pekanbaru ini baru bisa memenuhi tujuh persen kebutuhan air bersih dari total penduduk Pekanbaru yang berjumlah lebih kurang satu juta jiwa.
 
Bahkan Walikota Pekanbaru Firdaus saat diwawancarai Jumat (20/2/2015) lalu mengaku prihatin dengan kinerja manajemen PDAM, meskipun diakuinya tak mudah untuk membenahi perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tersebut.
 
"Ternyata membenahinya (PDAM) tak semudah membalikkan telapak tangan. Sampai saat ini pelayanan air bersih masih sangat-sangat tidak sesuai dengan yang diharapkan," ujar Firdaus.
 
Menurutnya, salah satu kendala di dalam membenahi perusahaan yang pernah dinyatakan pailit itu, banyaknya permasalahan yang ditinggalkan manajemen sebelumnya. Sehingga, membutuhkan waktu untuk membenahinya.
 
"Tirta Siak ternyata meninggalkan segudang warisan untuk diselesaikan. Ini tak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat," tegasnya.
 
Sementara jika dilihat dari potensi, kata Firdaus, bisnis pengelolaan air bersih di Pekanbaru sangat menjanjikan mengingat hampir sebagian besar warga Pekanbaru sangat tergantung dengan air bersih.
 
"Potensi besar, kemampuan masyarakar untuk membeli air tinggi. Tapi, pelayanan belum ada sehingga
sampai saat ini warga masih minum air tanah," jelasnya.
 
Kebiasaan warga menkonsumsi air bawah tanah, lanjutnya, sangat berdampak terhadap kesehatan. "Pertama kalau di lahan gambut, itu airnya mengandung kandungan asam dan di perbukitan, airnya bening tapi mengandung besi," ucapnya.(R01/HR)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index