PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Tim gabungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berjibaku memadamkan api di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Meski sejumlah titik sebelumnya telah dinyatakan padam dan dilakukan pendinginan, api kembali muncul di lokasi yang sama. Kondisi tersebut bahkan telah terjadi beberapa kali.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansyah, mengatakan kondisi lahan yang didominasi gambut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Api yang terlihat telah padam di permukaan tiba-riba kembali muncul.
“Sudah ada beberapa kali kejadian serupa. Setelah pengecekan petugas di lapangan, api sudah mati dan bahkan sudah dilakukan pendinginan. Tiba-tiba besok atau lusa api menyala lagi,” kata Arliansyah, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut biasanya terjadi pada sore hingga menjelang malam. Pada pagi hingga siang hari, lokasi bekas kebakaran terkadang masih terlihat aman tanpa titik api. Namun beberapa jam kemudian, api kembali muncul.
“Kalau ada laporan seperti itu, tim langsung bergerak melakukan pemadaman lagi. Meski malam hari, petugas tetap berjibaku untuk memadamkan api,” ujarnya.
Kondisi semakin sulit karena musim kemarau membuat permukaan lahan gambut mengering. Angin juga berpotensi mempercepat perambatan api ke area lainnya.
Karhutla di Sungai Beringin pertama kali terpantau pada 27 Agustus 2026. Api membakar kawasan semak belukar dan perkebunan kelapa di antara Parit 18 hingga Parit 19. Di lokasi ini tim gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla antara lain BPBD Inhil, TNI, Polri, serta personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil.
Hingga 3 September, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 10 hektar. Namun, hingga Senin (7/9/26), luasan tersebut diperkirakan bertambah menjadi sekitar 15 hektare.
Kebakaran di kawasan tersebut turut menyebabkan asap masih menyelimuti wilayah Tembilahan dan sekitarnya.
Sementara itu, karhutla yang sebelumnya terjadi di kawasan Parit 21, masih di Kelurahan Sungai Beringin, telah dinyatakan padam. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan dan bersiaga untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Selain di Sungai Beringin, karhutla juga terjadi di Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling. Kebakaran di wilayah tersebut telah memasuki hari keempat dan membakar semak belukar serta perkebunan sawit milik warga.
Keterbatasan personel darat yang saat ini difokuskan pada dua lokasi karhutla di Sungai Beringin membuat BPBD Inhil meminta dukungan pemadaman melalui jalur udara.
“Untuk di Karya Tunas Jaya, hari ini kita minta bantuan pemadaman menggunakan helikopter waterbombing. Pemadaman melalui udara dilakukan dari pagi hingga sore,” jelas Arliansyah.
Karhuta juga terjadi di Desa Kayu Raja Kecamatan Keritang Inhil, dilaporkan telah padam. Petugas kini lebih banyak melakukan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Kebakaran di kawasan tersebut berlangsung sekitar 15 hari, sebagian besar membakar lahan semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 80 hektar
“Di Desa Kayu Raja ini karhutla terjadi selama 15 hari. Api sudah padam dan beberapa hari terakhir tinggal dilakukan upaya pendinginan. Luasan lahan terbakar diperkirakan mencapai 80 hektar,” papar Arliansyah.
BPBD Inhil mengingatkan bahwa kondisi lahan yang masih kering membuat potensi munculnya kembali titik api tetap harus diwaspadai, khususnya di lokasi yang sebelumnya terbakar.
Listrik Indonesia

