RIAUSKY.COM - Kejadian memilukan dialami YRG, remaja cewek yang diperkosa tiga pemuda di satu gubuk di perladangan cabai, Kelurahan Saribu Dolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun.
Pada awalnya, cewek berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA ini mau menerima ajakan para pelaku lantaran ketakutan saat pelaku mengancam akan membunuh pacarnya. Oleh karena itu, dia setuju saat dijemput salah satu pelaku dari rumahnya.
Selanjutnya, pelaku FJS (18) melakukan tindakan keji untuk pertama kali, setelah itu ZP (23) dan terakhir AKK. Sedangkan JD (20) diduga bertugas sebagai pemantau situasi keadaan di sekitar TKP.
FJS (18) warga Simpang Hinalang, Nagori Hinalang, Kecamatan Purba. ZP warga Jalan Besar Kabanjahe, Kelurahan Saribu Dolok, Kecamatan Silimahuta. Selanjutnya AKK warga Kelurahan Saribu Dolok, Kecamatan Silimahuta, dan JD warga Kelurahan Saribu Dolok, Kecamatan Silimahuta.
Beruntung kasus ini cepat diungkap Personel Polsek Saribudolok yang langsung dipimpin Kapolseknya AKP Binsar Pakpahan, Minggu (1/7/2018). Kepolisian berhasil meringkus 2 dari 4 diduga pelaku, sedangkan 2 orang lain masih diburon.
“Saat ini dua diduga pelaku sudah kita amankan, sedang dua lagi masih kita cari. Saat ini kasus tersebut sudah kita limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Simalungun, untuk penanganan selanjutnya,” kata AKP Binsar Pakpahan seperti dilansir Pojok Sumut..
Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun dari pihak Mapolsek Saribudolok, Minggu (1/7/2018) sekira pukul 13.00 WIB, menyebutkan, modus operandi para pelaku dalam melakukan aksinya, dengan cara menjemput korban dari satu tempat, dan dibawa ke tempat yang sunyi. Diduga sudah direncanakan oleh para pelaku.
Malam itu, korban dihubungi melalui media sosial facebook oleh salah seorang pelaku FJS, dengan sebuah ancaman akan membunuh pacarnya jika tidak datang.
Setelah menemui FJS, korban pun dibawa pelaku menggunakan sepedamotor ke sebuah gubuk di kawasan perladangan cabai milik warga. Di lokasi tersebut korban melihat sudah ada 3 orang lainnya, yang merupakan teman dari FJS.
Setelah para pelaku merasa puas telah melakukan aksinya, FJS, mengantarkan korban ke rumahnya, bahkan masih sempat mengambil handphone milik korban.
Dan, yang lebih memilukan, ternyata korban YRG saat digilir FJS dan rekan-rekannya sedang haid. Walau begitu tidak menyurutkan niat pelaku. “Benar korban dalam keadaan datang bulan (haid),” katanya AKP B Pakpahan.
Kemudian ketika ditanyai motif, pada awal pemeriksaan polisi diduga cemburu pelaku cemburu pada korban, karena ada pacarnya. (*)
Listrik Indonesia

