KEJI...Diduga Dibunuh, Janda Berkaus I Love Djokja Tewas Terbungkus Karung di Sungai, Ini Fotonya

Minggu,15 Juli 2018 | 21:21:58 WIB
KEJI...Diduga Dibunuh, Janda Berkaus I Love Djokja Tewas Terbungkus Karung di Sungai, Ini Fotonya
Ket Foto : Mayat seorang perempuan ditemukan nelayan di sungai, persis di bawah jembatan penghubung Pulau Dompak, Tanjungpinang dengan Wakcopek, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (15/7/2018). [Adi/Batamnews]

RIAUSKY.COM - Mayat seorang perempuan ditemukan nelayan di sungai, persis di bawah jembatan penghubung Pulau Dompak, Tanjungpinang dengan Wakcopek, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (15/7/2018).

Jasad perempuan setengah baya yang memakai kaus bertuliskan ”I Love Djokja” dan terapung itu, ditemukan dalam kondisi terbungkus karung pada tubuh bagian atasnya dan terikat.

Beberapa menit setelah penemuan mayat itu, polisi kemudian datang dan mengamankan lokasi kejadian.

Mayat tersebut, yang awalnya tidak diketahui identitas itu, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau di Jalan WR Suprapman, Tanjungpinang.

Beberapa jam kemudian, keluarga korban datang ke rumah sakit tersebut setelah Kapolres Tanjungpinang Ajun Komisaris Besar Ucok Lasdin Silalahi memberikan informasi ke publik.

"Kami masih mendalami kasus ini. Mudah-mudahan segera terungkap," ujar Ucok seperti diberitakan Antara.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang Ajun Komisaris Dwihatmoko Wiroseno menduga, perempuan tersebut dibunuh. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus itu.

"Dugaan kami, perempuan ini dibunuh. Motif pembunuhan masih kami dalami, termasuk mengejar pelaku," ujarnya.

Identitas korban diketahui setelah pihak keluarga melihatnya di rumah sakit. Korban bernama Supraptini, berusia 37 tahun. Korban janda beranak satu yang tinggal di di Bukit Cermin, Tanjungpinang. (R02)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
#Pembunuhan Sadis Index »
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS