TELUKKUANTAN (RIAUSKY.COM)- Dunia pendidikan dan generasi muda Kuansing benar-benar dibawah ancaman serius Narkoba.
Bayangkan, dari hasil test urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kuansing di sejumlah SLTA di daerah ini, ratusan pelajar diindikasikan terlibat dalam penggunaan narkoba.
Karena itulah, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuantan Singingi merekomendasikan ratusan pelajar yang diduga menggunakan narkotika untuk menjalani Assesment di BNN Kuansing yang direncanakan akan dilaksanakan pada Selasa (30/10/2018).
''Totalnya ada 121 orang pelajar. Proses assesment ini dilakukan untuk memastikan tindakan kepada para siswa apakah akan menjalani program rehabilitasi penuh, rawat jalan atau tidak sama sekali,'' ungkap Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal sebagaimana dilaporkan riaugreen.com.
Dalam penjelasannya, Wim Jefrizal menyebutkan, sebagian besar dari pelajar yang terindikasi terlibat dalam penggunaan narkoba jenis ganja. Sementara sebagian lainnya menggunakan sabu-sabu.
"Dari data yang kami dapat 70 persen menggunakan ganja dan selebihnya Narkoba jenis sabu," ucap Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal , Senin malam, (29/10/2018).
Wim mengakui, dengan banyaknya pelajar yang terindikasi pernah menggunakan Narkoba ini sudah masuk dalam tahap memprihatinkan. Oleh karena itu, Wim mengajak seluruh siswa dan guru agar bersama-sama perang melawan Narkoba.
"Sudah cukup mengkhawatirkan temuan kami. Dari hasil test urine di SLTA yang ada di Cerenti, Pangean dan Baserah Kuantan Hilir, sekitar 115 orang pelajar harus mengikuti program Assement," kata Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal.
Sementara itu, Kapolsek Cerenti AKP G Lumban Toruan saat berbincang terpisah dengan RiauGreen.com membenarkan jika besok hari ratusan pelajar itu akan dilakukan asesmen oleh BNNK Kuansing.
Dikatakan Kapolsek Lumban Toruan, langkah ini adalah sebagai bentuk pencegahan.
Pihak BNNK akan melakukan beberapa tahapan termasuk memberikan peringatan 1,2 dan 3 kepada siswa dan walimurid. "Jika tidak juga berubah, maka tindaklanjutnya adalah proses hukum," tutur Lumban.
Hasil Tes Urine
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BNNK Kuansing melakukan pelaksanaan tes urine yang dilakukan di tiga sekolah di daerah Cerenti, Pangean dan Baserah Kuantan Hilir.
“Cukup mengkhawatirkan temuan Kita. Dari hasil test urine di SLTA yang ada di Cerenti, Pangean dan Baserah Kuantan Hilir, sekitar 115 orang pelajar harus mengikuti program Assesment. Hasil Assement akan menentukan para pelajar tersebut menjalani program rehabilitasi penuh atau rawat jalan atau tidak sama sekali, test urine ditiga sekolah saja sudah ada ratusan yang akan mengikuti Assesment,”ujar Kepala BNN Kuansing, Wim Jefrizal.
Tambah Wim, sebelumnya mereka juga melakukan test urine disalah satu SLTA di Teluk Kuantan, dan hasilnya negatif alias tidak ditemukan siswa yang akan mengikuti program assement. Namun pemantauan akan terus dilakukan secara bertahap dalam waktu yang tidak ditentukan.
Wim mengaku bersyukur, pihak sekolah, orang tua dan siswa pro aktif untuk melakukan program rehabilitasi. Buktinya Senin (22/10/2018) lalu, BNN Kuansing menerima pihak sekolah, orang tua dan tiga pelajar terindikasi pengguna Narkoba untuk pertama kali menjalani rehabilitasi di Klinik Pratama BNNK Kuansing.
“Kepada pelajar yang positif menggunakan narkotika jenis THC ( ampethamine dan methapetahmine ini , pihak sekolah dan orang tua dijelaskan ketiga siswa tersebut tidak akan dipenjara melainkan direhabilitasi karena datang secara kesadaran sendiri dan ingin dipulihkan dari ketergantungan narkoba,”kata Wim.
Dijelaskannya, program rehabilitasi rawat jalan diputuskan setelah melewati asessment yang dilakukan oleh tim Rehabilitasi BNNK Kuansing. Rehabilitasi rawat jalan pengguna narkoba dilakukan di Klinik Pratama BNNK Kuansing yang ditangani langsung oleh dokter, konselor dan psikolog.
“ Diharapkan rehabilitasi mampu memulihkan pengguna narkoba sehingga tidak lagi menjadi pecandu dimasa yang akan datang. Kita minta generasi muda Kuansing menyayangi diri sendiri dan orang tua dengan menjauhi Narkoba karena Narkoba hanya akan merusak masa depan mereka sendiri,” harap dia.(R05)
Listrik Indonesia

