Hasil Uji di Indonesia Baik-baik Saja, Biofarma Segera Produksi Vaksin Sinovac, Awal 2021 Sudah Ada...

Kamis, 01 Oktober 2020 | 01:38:25 WIB
Hasil Uji di Indonesia Baik-baik Saja, Biofarma Segera Produksi Vaksin Sinovac, Awal 2021 Sudah Ada...
Ket Foto : Presiden Joko Widodo Didampingi Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau pabrik Biofarma.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Bio Farma menyampaikan kabar menggembirakan soal proses uji klinis tahap III vaksin Sinovac. 

Selama sebulan proses uji klinis prosesnya tak ada efek samping berarti bagi para relawan.

Selain itu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan bahwa vaksin virus corona (Covid-19) buatan perusahaannya dengan perusahaan China, Sinovac, akan tersedia pada awal 2021.

"Seperti disampaikan oleh Profesor Kusnandi tadi, uji klinis sudah berlangsung lebih dari 1 bulan dan Alhamdulillah semuanya sampai kini berjalan lancar dalam arti kata tidak ada ditemukan efek samping yang signifikan pada relawan," katanya, merujuk pada Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil.

"Uji klinis ini akan berlangsung selama 7 bulan, sehingga kalau semuanya lancar Januari kita sudah dapatkan hasilnya," lanjutnya, dalam press briefing bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Rabu (30/9/2020).

Ia  mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China pada awal November untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan bakunya.

"Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19, mulai dari bahan bakunya, BPOM akan melakukan fisik audit, proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing yang diperkirakan akan dilakukan sekitar akhir Oktober atau awal November yang akan datang," katanya.

"BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP), sehingga BPOM juga akan melakukan audit ke fasilitas produksi yang ada di Bio Farma," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa sambil menunggu uji klinis selesai, persiapan produksi vaksin akan dimulai sejak November sampai dengan Desember 2020.

"Saat ini kapasitas produksi kami dari hilir itu sudah akan tersedia 250 juta dosis pada 2021, ditingkatkan dari 100 juta dosis pada 2020. Apabila uji klinis berjalan lancar, diproduksi Januari 2021 mendatang," katanya.(R04)

 

Sumber Berita: cnbcindonesia.com


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
loading...
Tulis Komentar Index »
IKLAN BARIS