Mata Kuning, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Mata Kuning, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi/net

JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Mata kuning sering kali dikaitkan dengan penyakit kuning. Padahal, masih ada beberapa kondisi yang juga bisa menjadi penyebabnya, termasuk penyakit serius yang perlu segera ditangani. Jadi, makin cepat dideteksi dan diketahui penyebabnya, makin cepat pula mata kuning bisa diatasi dengan tepat.

Mata kuning ditandai dengan menguningnya bagian putih mata (sklera). Umumnya, mata kuning menjadi tanda permasalahan pada kantung empedu, hati, pankreas, serta proses pemecahan sel-sel darah merah.

Beragam Penyebab Mata Kuning
Mata kuning terjadi ketika kadar bilirubin di dalam tubuh terlalu banyak. Bilirubin adalah zat yang dihasilkan dari penguraian sel darah merah, yang dapat memberikan warna kuning pada urine dan tinja. Itulah sebabnya, kadar bilirubin yang melebihi batas normal akan menyebabkan gejala khas, termasuk mata kuning.

Adapun beberapa penyebab terjadinya mata kuning antara lain:

1. Penyakit kuning
Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan bilirubin di dalam aliran darah. Selain mata kuning, penyakit kuning juga ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kuning.

Meski lebih sering dialami oleh bayi yang baru lahir, penyakit kuning juga mungkin saja dialami oleh orang dewasa. Hal yang membedakan penyakit kuning pada bayi dan orang dewasa adalah penyebabnya.

Penyebab penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah karena organ hati yang belum dapat berfungsi dengan baik untuk mengolah bilirubin. Sementara itu, penyakit kuning pada orang dewasa dapat menandakan adanya gangguan kesehatan, seperti hepatitis dan kanker pankreas.

2. Sirosis hati
Sirosis hati adalah kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi hati untuk menguraikan sel darah merah yang sudah tua dan menyebabkan mata kuning. Gejala sirois hati yang lain adalah menurunnya nafsu makan, penurunan berat badan drastis tanpa sebab, dan mudah lelah.

3. Batu empedu

Gejala yang ditunjukkan penderita batu empedu umumnya bervariasi tergantung ukuran batu empedu. Mata kuning merupakan salah satu gejala yang dialami oleh penderita batu empedu. Gejala ini juga disertai dengan nyeri perut kanan atas, nyeri dada, serta mual dan muntah.

4. Gangguan pankreas
Saluran pankreas dan saluran empedu bergabung untuk mengalirkan empedu ke usus kecil. Jika saluran pankreas terinfeksi atau tersumbat, empedu tidak dapat mengalir dengan baik. Akibatnya, muncul gejala mata kuning. Selain dua kondisi tersebut, kanker pankreas juga dapat menyebabkan mata kuning.

5. Malaria
Malaria terjadi akibat infeksi gigitan nyamuk yang membawa parasit plasmodium. Umumnya, malaria memunculkan gejala menyerupai flu, demam, dan sakit kepala.

Bila sudah parah, malaria akan menyebabkan kekurangan sel darah merah sehingga mengakibatkan terjadinya anemia, mata kuning, maupun komplikasi berupa gangguan ginjal, bahkan kejang.

6. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini termasuk infeksi yang ditularkan dari hewan, seperti tikus. Leptospirosis memunculkan gejala menyerupai flu serta disertai nyeri otot dan diare. Selain itu, leptospirosis juga menimbulkan gejala khas, yaitu mata kuning atau kemerahan.

7. Kelainan darah
Mata kuning juga bisa disebabkan oleh kelainan pada sel darah merah. Gangguan proses pemecahan sel-sel darah merah atau pengeluaran bilirubin akibat kelainan darah dapat memunculkan gejala mata kuning. Kelainan darah yang dimaksud dapat berupa anemia sel sabit.

8. Efek samping transfusi darah
Mata kuning bisa muncul sebagai reaksi parah dari efek samping transfusi darah. Bila darah yang diterima tidak cocok, sistem imun akan menghancurkan sel-sel darah baru tersebut. Akibatnya, tubuh mengeluarkan bilirubin dalam jumlah banyak sehingga mata jadi kuning. Mata kuning akibat transfusi darah tergolong kondisi darurat sehingga perlu ditangani segera.

Selain beberapa kondisi di atas, mata kuning juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan, seperti rifampin dan isoniazid (obat tuberkulosis), didanosine (obat HIV), isotretinoin, dan obat-obatan herbal, yang dikonsumsi dengan dosis tinggi dalam jangka panjang.

Kondisi yang menyebabkan mata kuning harus segera ditangani, terutama jika disertai nyeri perut hebat, urine berwarna cokelat gelap, atau BAB berdarah. Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami mata kuning, terlebih bila disertai dengan beberapa gejala tambahan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dengan begitu, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat.(R04)
Sumber Berita : alodokter.com

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index