SUKAPURA (RIAUSKY.COM) - Tiba-tiba saja, ajang rekreasi yang awalnya merupakan liburan menyenangkan bagi para guru sebuah sekolah menjadi menyeramkan, hal ini akibat kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.
Adalah agenda rekreasi rombongan guru SMKN 3 Surabaya ke Bromo, Minggu (3/12) berujung tragedi. Itu setelah mobil yang mereka tumpangi terguling di Jalan Raya Bromo, depan Kantor Desa/ Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Akibat kecelakaan sekitar pukul 14.30 itu, ada lima orang terluka. Terdiri dari empat penumpang mobil elf bernopol S 7242 J. Serta, seorang sopir mobil APV, Suheri, warga Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Empat penumpang yang terluka itu ada Sutikno, 51, dan anaknya Rizky Putra Pratama, 9. Sutikno terluka pada tangan dan wajah, sedangkan Rizky mengalami luka pada tangan kiri. Keduanya tercatat sebagai warga Kelurahan Tebel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
Kemudian, ada Ipik Rochifien, 57, warga Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya (terluka tangan kiri). Serta, Rahmawati, 52, warga Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Informasinya, sekitar pukul 13.30 WIB, rombongan berisi 11 orang yang mengendarai mobil elf bernopol S 7242 J ini hendak pulang dari kawasan Gunung Bromo. Mobil itu disopiri Achmad Ferdian Zava, 58, warga Lamongan.
Saat sampai di jalan menurun, rem mobil tak berfungsi. Sehingga, Ahmad tak bisa menguasai mobilnya.
“Nggak tahu kenapa tiba-tiba mobil yang kami tumpangi remnya blong. Saya sudah mencoba menahan laju mobil ini dengan mengoper persneleng, tapi tetap tidak bisa,” ujarnya, saat ditemui di Puskemasa Sukapura seperti dimuat Radar Bromo.
Tahu mobilnya tidak bisa direm, Ahmad berusaha menghindari kendaraan di depannya. Saat mencoba menghindari sebuah motor dan keramaaian di TKP, bagian belakang mobilnya menyenggol sebuah mobil APV bernopol N 497 RJ milik Suheri yang diparkir di kiri jalan.
Karenanya, mobilnya oleng ke kiri dan akhirnya terguling. “Mobil itu terguling sekitar 10 meteran karena jalanya kan menurun,” ujar Ahmad.
Kepala SMKN 3 Surabaya Bambang, salah seorang penumpang selamat mengatakan, kendaraan yang ditumpanginya mulai tidak stabil sesudah tanjakan setelah jembatan sebelum kantor Kecamatan Sukapura. Kebetulan, saat itu dirinya duduk di samping Ahmad.
“Saya sudah berpikiran tidak akan selamat. Soalnya setelah tanjakan itu mobil sudah menghindari kendaraan lain. Tapi, beruntung kami masih diberikan keselamatan,” ujarnya.
Salah seorang saksi, Gunung, 47, mengatakan, begitu terguling, elf itu tak langsung berhenti. Tapi, masih terseret beberapa meter. “Saat terguling tidak berhenti, melainkan tereseret karena jalannya menurun. Baru berhenti sendiri setelah tiba di pojok tepat di sebelah sound sistem,” ujarnya. (*)
Listrik Indonesia

